UAR Lampung Kirim Tim Trauma Healing dan Thibun Nabawi ke Lombok

Bandar Lampung, MINA – Lembaga Tanggap Darurat Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Lampung mengirim Tim Trauma Healing dan Thibun Nabawi untuk korban gempa Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Ketua Umum UAR Lampung Sulaiman Abdullah kepada Mi’raj News Agency (MINA) pada Jumat (7/9) malam mengatakan, tim yang dikirim sebagian besar adalah muslimah.

“Malam ini kami melepas 11 relawan untuk diberangkatkan ke Lombok. Tujuh orang muslimah dan empat orang muslimin dengan spesifikasi tim trauma healing dan Thibun Nabawi,” katanya.

Sulaiman menambahkan, pengiriman relawan ini merupakan program produktif dari masyarakat Lampung untuk Lombok.

“Kita ingin bantuan masyarakat Lampung untuk Lombok ini berupa program produktif. Di sana nanti tim akan memberikan pengobatan Thibun Nabawi, juga trauma healing,” katanya.

Selain itu, tim ini nanti akan sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pengetahuan Thibun Nabawi dan Trauma Healing.

“Kita siapkan perangkat Thibun Nabawinya, kita edukasi masyarakat, kemudian kalau tim ini sudah pulang, perangkatnya kita serahkan ke masyarakat agar pengobatan bisa terus berjalan meskipun tim sudah pulang, begitu juga dengan trauma healingnya,” ujarnya.

Yang tidak kalah penting menurut Sulaiman, tim yang merupakan santri dan mahasantri Ponpes Al-Fatah Lampung ini nanti akan memberikan pembinaan juga kepada masyarakat terkait pentingnya kembali kepada Allah pascagempa ini.

“Relawan ini kan memang santri, hafidzah Al-Quran. Ini jadi fokus kita juga. Menguatkan akidah masyarakat pasca bencana ini, kita tahu kondisi korban sedang sangat lemah,” ujarnya.

Hal ini bertujuan agar jangan sampai saat di situasi lemah, bantuan umat Islam berkurang, nanti justru saudara kita dibantu oleh yang lain dengan tujuan merusak akidah.

“Kita semua sama-sama mafhum bahwa di setiap bencana mesti ada terindikasi misi terselubung. Di Lombok ini kan mayoritas muslim, jangan sampai kita umat Islam hanya semangat di awal, kemudian di akhir kita lemah dan membiarkan saudara kita dibantu orang lain dengan niat memurtadkan korban ini,” katanya.

Menurutnya, laporan tim assessment UAR Lampung yang sejak awal ada di Lombok dan sampai saat ini masih berada di sana, tim trauma healing masih sangat diperlukan masyarakat.

“Kita enggak mau bantuan untuk korban itu hanya menumpuk di awal saja, maka kita atur ritmenya supaya terus roling, bagaimana caranya relawan harus ada di sana,” katanya.

Selain itu Sulaiman juga mengatakan tim ini akan membawa bantuan dari masyarakat Lampung yang disalurkan melalui UAR.

“Iya, bantuan masyarakat Lampung yang dititipkan ke kita berupa uang, sembako, pakaian, kita bawa untuk disalurkan di sana,” ujarnya.

Karenanya dia mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Lampung yang telah membantu saudara di Lombok.

Ia mengatakan relawan akan bertugas selama 1 bulan di lombok. Ia juga berharap kegiatan yang di lakukan relawan nanti akan bermanfaat bagi korban gempa di lombok dan sekitarnya.

UAR Lampung sejak awal gempa sudah mengirimkan 12 relawan bersama puluhan relawan UAR lain dari berbagai daerah yang sampai saat ini masih berada di Lombok. (L/nrw/B01/RI-1).

Mi’raj News Agency (MINA).