UEA Tempatkan Dana Rp 140 Triliun pada Indonesia Investment Authority

Foto: Kemlu RI

Abu Dhabi, MINA – Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) berencana menggelontorkan dana investasi sebesar USD 10 miliar atau setara dengan Rp 140 triliun untuk ditempatkan pada dana kelolaan Indonesia Investment Authority (INA).

Menurut kerangan pers Kedutaan Besar RI Abu Dhabi yang diterima MINA, Rabu (24/3), investasi tersebut merupakan arahan langsung dari Putra Mahkota Abu Dhabi yang juga menjabat sebagai Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ).

Seperti dikutip dari Emirates News Agency, dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan beberapa sektor strategis di Indonesia, termasuk infrastruktur, pembangunan jalan, pelabuhan, pariwisata, pertanian, dan beberapa sektor menjanjikan lain yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan.

Selain itu, investasi tersebut juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan serta pengembangan sosial ekonomi.

Investasi tersebut semakin memperkokoh hubungan bilateral antar kedua negara di berbagai bidang, termasuk merefleksikan kedekatan hubungan personal antar pimpinan negara.

Terbentuknya INA juga tidak lepas dari bantuan pemikiran dan dukungan Pemerintah UEA yang cukup aktif.

Dengan investasi itu, sejauh ini UEA menjadi investor utama yang terbesar pada INA. Sebelumnya beberapa negara, antara lain Jepang, Amerika Serikat dan Kanada telah mengumumkan komitmen investasi mereka.

INA merupakan suatu lembaga pengelola investasi Indonesia yang dibentuk khusus dengan undang-undang yang bertujuan untuk meningkatkan optimalisasi aset, menarik investasi dan kerja sama dari berbagai pengelola investasi lainnya di dunia serta untuk meningkatkan iklim investasi yang lebih baik di Indonesia.

Husin Bagis, Duta Besar Republik Indonesia untuk UEA berharap agar INA dengan dana kelolaannya dapat meningkatkan kemampuan permodalan bagi pembiayaan berbagai proyek pembangunan tanpa meningkatkan utang

“Kami akan terus aktif dan bekerja keras dalam meningkatkan hubungan bilateral antar kedua negara, khususnya dalam memfasilitasi upaya investasi dan kerja sama strategis di berbagai bidang dan antar berbagai pihak dengan prinsip yang saling menguntungkan,” tambahnya. (R/RE1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)