UEA Yakin Tercepat Dalam Pemulihan Pasca Krisis COVID-19

Abu Dhabi, MINA – Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) telah menyusun rencana untuk pasca krisis virus corona baru (COVID-19) dan akan memastikan UEA menjadi negara tercepat dalam pemulihan.

“Tujuan kami adalah menyusun rencana untuk UEA pasca krisis virus COVID-19. Sebuah rencana yang akan memastikan bahwa kami adalah negara tercepat dalam pemulihan,” kata Yang Mulia Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UAE serta Penguasa Dubai dalam keterangan tertulis yang diterima MINA, Kamis (14/5).

Dalam sebuah surat kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UEA menggarisbawahi komitmennya untuk mengurangi dampak pandemi COVID-19 dengan tetap melindungi hak-hak seluruh warga negara, penduduk, dan pengunjung, terutama mereka yang paling rentan terdampak oleh virus corona secara sosial, ekonomi, kemanusiaan, dan hak asasi manusia.

Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan sebelumnya telah menginstruksikan agar semua biaya ditanggung untuk setiap kasus virus corona kategori kritis yang dirawat menggunakan pengobatan sel induk (Stem Cell Treatment).

Abu Dhabi telah meluncurkan pusat screening virus corona secara mobile sebagai bagian dari upaya untuk memperluas pengujian di seluruh negeri dan memastikan keselamatan masyarakat.

Diketahui bahwa dua jenis virus corona telah diidentifikasi di UAE berdasarkan temuan dari 49 pasien. Penemuan ini sejalan dengan upaya UEA untuk berkontribusi pada pemahaman komunitas ilmiah global tentang COVID-19 dengan menambahkannya ke dalam basis data penelitian internasional.

Sebuah perusahaan percetakan 3D di Jebel Ali, Proto21, telah mengubah laboratoriumnya menjadi pusat produksi untuk alat perlindungan diri (APD) dalam beberapa pekan terakhir. Tim tersebut juga mengirimkan lebih dari 1.000 pelindung wajah cetak-3D yang dapat digunakan kembali (reusable 3D-printed face shields) untuk para petugas Kepolisian Dubai yang sedang bertugas.

Maskapai Emirates dan Etihad Airways juga telah mulai mengoperasikan penerbangan inbound untuk penduduk UEA. Penerbangan akan melayani kota-kota termasuk London, Brussels, Zurich, Singapura, dan Manila. Kapasitas kargo juga diperluas menjadi 1.800 penerbangan mingguan di Bandara Abu Dhabi.

Sementara E-learning di UAE akan tetap berlanjut hingga tahun akademik berikutnya jika krisis COVID-19 terus berlanjut. Tiga skenario yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan UEA bertujuan menggabungkan antara pembelajaran tradisional dan jarak jauh untuk memastikan keselamatan siswa.

Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Abdullah bin Zayed Al Nahyan mengatakan, UEA sadar bahwa pandemi COVID-19 telah menunjukkan lebih dari sekadar kondisi darurat kesehatan masyarakat dan sangat menyadari akan tantangan signifikan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang disebabkan oleh pandemi COVID-19, dan hanya dapat diatasi melalui tekad bersama serta kerja sama secara global. (R/R6/P1

Mi’raj News Agency (MINA)