UII RESMIKAN GALERI INVESTASI SYARIAH BURSA EFEK INDONESIA PERTAMA

UII
UII

Yogyakarta, 26 Safar 1437/8 Desember 2015 (MINA) – Galeri Investasi Syariah (GIS) UII telah menarik minat mahasiswa maupun dosen untuk berinvestasi secara syariah.

Sejak didirikan pada tahun 2013 bekerja sama dengan Phintraco Securities sebagai mitra.

Dukungan datang dari berbagai pihak, diantaranya dari PT. Bursa Efek Indonesia (PT. BEI) yang kemudian turut mengupayakan pengoptimalan dan pengembangan GIS dalam rangka edukasi, sosialisasi dan promosi pasar modal syariah di lingkungan perguruan tinggi.

Dukungan PT. BEI melalui Kantor Perwakilan Yogyakarta diwujudkan dengan pendirian Galeri Investasi BEI-Syariah yang berlokasi di Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) UII, demikian dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA) dari laman www.uii.ac.id.

Peresmian Galeri Investasi BEI-Syariah di gelar pada Senin (7/12), ditandai dengan penandatanganan naskah kerjasama oleh Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, MSc., Direktur Pengembangan BEI, Nicky Hogan dan Direktur PT. Phintraco Securities, Jeffrey Hendrik dan dilanjutkan dengan pengguntingan pita.

Pada acara yang diprakarsai oleh Program Studi Ekonomi Islam FIAI UII ini juga digelar Seminar Nasional bertema “Pemasyarakatan dan Edukasi Pasar Modal Syari’ah”. Seminar diisi oleh Kepala Unit Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdallah, Jeffrey Hendrik dan Sekjen Dewan Syariah Nasional MUI, Kanny Hidayah.

Dr. Harsoyo dalam sambutannya menyampaikan harapannya dengan adanya Galeri Investasi BEI-Syariah di kampus UII. Ia berharap dengan adanya fasilitas ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan sistem ekonomi syariah khususnya dalam bidang pasar modal syariah, sehingga dapat menjadi solusi permasalahan pasar modal di Indonesia.

Dalam perkembangan ekonomi dewasa ini seperti disampaikan Dr. Harsoyo, pasar modal memiliki peran yang sangat penting dan kontribusinya semakin besar bagi negara Indonesia.

Namun demikian menurutnya belum semua elemen bangsa ini memahami dan memiliki akses terhadap pasar modal terlebih lagi pasar modal yang berbasis syariah.

“Jangankan untuk berinvestasi, mengenal pasar modal syariah dan produk di dalamnya saja masih merupakan sesuatu yang langka bagi sebagian besar masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut disampaikan Dr. Harsoyo, potensi pasar modal syariah di Indonesia sangat besar, saat ini masyarakat Indonesia bahkan dunia semakin menyadari akan bahaya riba dan kemampuan sistem ekonomi syariah menjadi solusi kehidupan. Sehingga, dunia pasar modal berbasis syariah terus mengalami perkembangan positif dari tahun ke tahun.

Sementara disamapiakan Nicky Hogan, saat ini BEI telah menjalin kerjasama dengan 152 Perguruan Tinggi di Indonesia. Namun untuk Galeri Investasi Syariah baru pertama kali dilakukan kerjasama, yakni dengan UII.  Di BEI sendiri saat ini menurutnya tercatat 518 perusahaan, dimana 315 diantaranya merupakan perusahaan syariah. Hal ini menurutnya lebih dari cukup untuk menjadi pilihan berinvestasi.

Dituturkan Nicky Hogan, saat ini jumlah investor di BEI masih di bawah 500 ribu. Jumlah ini menurutnya sangatlah kecil mengingat jumlah penduduk Indonesia mencapai 250 juta jiwa.

Lebih lanjut disampakan Nicky Hogan, BEI merupakan salah satu indikator dari perekonomian Indonesia. Dimana per harinya mencapai transaksi 5,8 Triliun. (T/P007R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0