UIN Ar Raniry Juara Umum Pionir VIII

Upacara penutupan Pionir VIII di Banda Aceh (Foto: Kemenag)

Banda Aceh,  4 Sya’ban 1438/ 1 Mei 2017 (MINA) – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry Banda Aceh, menjadi juara umum Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (Pioner) VIII mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN) se-Indonesia 2017.

Pengumuman UIN Ar Raniry sebagai juara umum tersebut disampaikan langsung Ketua Panitia PIONIR VIII 2017, Syamsul Rijal pada upacara penutupan yang berlangsung di lapangan sepakbola UIN Ar Raniry, Ahad malam (30/04).

UIN Ar-Raniry menjadi juara umum perolehan medalai 6 emas, 3 perak, dan 9 perunggu. Posisi kedua diraih IAIN Tulungagung dengan 6 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Sementara posisi ketiga diraih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan 2 emas, 6 perak, dan 2 perunggu, sebagaimana dikutip MINA dari laman Kemenag.

Sebagai juara umum, UIN Ar-Raniry berhak memperoleh piala bergilir yang sebelumnya dipegang oleh IAIN Banten (sekarang UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten). Piala bergilir diserahkan Rektor UIN Ar Raniry Farid Wajdi mewakili Menteri Agama Republik Indonesia kepada Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Ar-Raniry, Syamsul Rijal.

Farid Wajdi Ibrahim dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada semua pihak dan mengapresiasi capaian kontingen UIN Ar-Raniry sebagai juara umum meski hanya dengan persiapan dua bulan saja. Menurutnya, jika persiapan sampai tiga bulan, tidak menutup kemungkinan akan memborong setengah dari emas yang tersedia.

“Kalau empat bulan kita latihan, satu pun kontingen lain tidak dapat medali, semua akan pulang dengan tangan kosong dan dengan hati sedih,” kata Farid disambut tawa hadirin.

Kepada kontingen yang belum mendapat juara, Farid berpesan agar tidak gundah. Farid mengapresiasi semua pihak yang telah mensukseskan PIONIR VIII. Menurutnya, kesukseskan gelaran ini merupakan buah kerjasama semua pihak.

“Rektor tidak ada apa-apa, suksesnya Pionir ini berkat usaha keras saudara-saudaralah semua,” kata Farid. (T/B05/ P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)