Ukhuwah Al-Fatah Rescue Bantu Korban Bencana Tanah Bergerak

Sejumlah relawan UAR sedang melakukan pembongkaran atap rumah yang rusak akibat bencana alam tanah bergerak di Brebes (Foto: MINA/Zaenal Muttaqin)

Brebes, MINA – Tim relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) terjun ke lokasi bencana tanah bergerak di Desa Rajawetan, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, untuk membantu para korban, Ahad (4/3).

Relawan yang berjumlah 20 personel tersebut membantu para korban membongkar dan memperbaiki rumah-rumahnya yang rusak akibat pergerakan tanah.

Koordinator lapangan (Korlap) tim relawan UAR, Sodikin mengatakan, akibat bencana alam tanah bergerak yang terjadi sepekan sebelumnya mengakibatkan puluhan rumah rusak. Tim relawan turun membantu membongkar dan memperbaiki rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan tersebut.

“Rumah tidak dapat ditempat karena temboknya pecah dan pondasinya ambles sehingga harus dibongkar,” katanya.

Tim relawan UAR dari Brebes ini rata-rata memiliki kemampuan di bidang pertukangan, sehingga dapat dengan mudah melakukan perbaikan rumah yang rusak atau membongkar yang tidak dapat diperbaiki lagi.

Pembongkaran rumah yang rusak dilakukan untuk menyelamatkan material bangunan yang masih bagus agar dapat dipergunakan lagi saat perbaikan atau pembangunan kembali.

“Kami memperbaiki yang masih dapat diperbaiki, atau membongkar untuk menyelamatkan material yang masih dapat dipergunakan,” kata Sodikin yang pernah terjun juga sebagai relawan saat terjadi gempa bumi di Padang / Pariaman Sumatera Barat.

Tim relawan UAR dalam melaksanakan tugas membantu warga yang menjadi korban bencana membawa peralatan dan perbekalan sendiri agar tidak membebani warga yang sedang terkena musibah. Meski begitu, warga di lokasi bencana tetap dengan senang hati menyediakan minuman dan lainnya.

Kepala Desa Rajawetan, Ruswoyo mengaku sangat terbantu dengan kedatangan Tim Relawan UAR. Menurutnya, warga korban bencana tidak mampu melakukan pembongkaran atau perbaikan rumahnya, karena banyaknya rumah yang rusak.

“Kita terbatas tenaganya untuk memperbaiki atau membongkar rumah karena kebanyakan rumah warga juga rusak,” katanya.

Menurutnya, sebanyak 49 rumah di Desa Rajawetan rusak akibat bencana alam tanah bergerak yang melanda sejak sepekan terakhir. Dari jumlah rumah tersebut, 27 unit di antaranya telah dikosongkan karena rawan roboh. Seluruh penghuninya atau sebanyak 121 jiwa mengungsi di rumah kerabat yang masih satu desa.

“Bencana tanah bergerak di desa itu mulai terjadi pada Rabu (21/2). Hingga sekarang, pergerakan tanah masih terjadi meskipun intensitasnya kecil,” ungkap Ruswoyo.

Dikatakan, 49 rumah yang rusak tersebut tersebar di empat pedukuhan yaitu Rajawetan, Gembor, Wanayasa dan Babakan. Sebagian besar dari 27 rumah yang ditinggal mengungsi itu telah dibongkar pemiliknya agar material rumah seperti genting, kusen dan kaca bisa diselamatkan.

Sedangkan sisanya 22 unit mengalami kerusakan sedang dan ringan. Bantuan terhadap para korban tanah bergerak diakui kades mulai mengalir. Mayoritas bantuan berupa logistik.

Selain merusak rumah, pergerakan tanah menghancurkan jalan utama desa dan jalan dusun. Sementara itu kerusakan akses jalan masuk ke desa di Sarangpanjang masih dilakukan perbaikan.

Sebelumnya, lembaga tanggap darurat UAR juga membantu melakukan pencarian dan evakuasi korban, di lokasi bencana alam tanah longsor di Desa Pasirpanjang Kecamatan Salem Kabupaten Brebes.

Tim relawan UAR juga berhasil menemukan mayat korban longsor dan juga beberapa potong tubuh dari korban longsor, seperti kepala, tangan, kaki dan lainnya di area yang semula tidak diduga. (L/B05/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)