Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ulama Filipina: Al-Aqsha Tidak Akan Bebas Tanpa Persatuan

Rendi Setiawan - Ahad, 29 Mei 2016 - 09:30 WIB

Ahad, 29 Mei 2016 - 09:30 WIB

292 Views ㅤ

Bogor, 22 Sya’ban 1437/29 Mei 2016 (MINA) – Ketua Dewan Dakwah Ulama Islam Filipina, Syaikh Datuk Watteu Ibrahim menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsha yang saat ini berada di bawah kendali Israel tidak akan bisa dibebaskan umat Islam kecuali dengan persatuan dan kesatuan umat Islam.

“Saya katakan bahwa Al-Aqsha tidak akan bisa dibebaskan oleh umat Islam kecuali dengan bersatu, berjama’ah, yang dipimpin seorng Imaam. Dengan bersatu, umat Islam akan memiliki kekuatan yang besar untuk membebaskan Al-Aqsha. Kita harus duduk bersama, menyatukan prinsip dan visi dan tujuan bersama untuk membebaskan Al-Aqsha,” katanya di hadapan ribuan hadirin Tabligh Akbar Jama’ah Muslimin (Hizbullah) di Masjid At-Taqwa, Komplek Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jabar, Ahad (29/5).

Dikatakan Ibrahim bahwa Al-Aqsha adalah untuk kita dan kita untuk Al-Aqsha. Dia menegaskan bahwa umat Islam harus berjuang untuk membela Al-Aqsha, ujarnya dalam tabligh bertema “Membangun Persatuan umat Islam yang Rahmatan lil Alamin dalam Menghadapi Problematika Dunia Islam dan Pembebasan Al-Aqsha”.

“Kita ketahui bahwa umat Islam dalam kondisi terpuruk. Bahkan, masyarakat Palestina tidak bisa sendiri menjaga Al-Aqsha, harus kita jaga bersama,” tegasnya diiringi pekikan takbir ribuan jamaah yang hadir. Kita saat ini, adalah umat yang dipilih oleh Allah untuk membebaskan Al-Aqsha,” imbuhnya.

Baca Juga: Puluhan Hektare Hutan Mangrove di Jateng Hilang Akibat Proyek Jalan Tol

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa setelah diketahui bahwa kaum Muslimin telah dipersaudarakan melalui agama Islam, maka tugas kaum Muslimin adalah mempersatukan perpecahan yang terjadi di dalam tubuh umat ini.

“Kondisi umat ini seperti makanan yang dihidangkan di atas meja, dan mereka (orang Kafir) siap menyantap makanan itu. Bahkan Rasulullah mengatakan bahwa umat Islam saat ini adalah umat yang mayoritas, hanya saja tidak bisa melakukan apa-apa karena telah terjangkiti oleh penyakit Wahn (cinta dunia, takut mati),” katanya.

Ia menegaskan bahwa umat Islam saat tidak boleh lemah. Al-Jamaah ini adalah wadah yang menaungi aqidah yang sama, prinsip yang sama, dan tujuan yang sama. Wadah inilah yang akan membawa umat Islam pada kemenangannya, membawa umat Islam pada kejayaannya.

Di akhir penyampaiannya, ia berharap umat Islam akan bersatu. “Saya berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar umat Islam bersatu, agar umat Islam bisa lunak hatinya kembali kepada fitrah mereka, yakni fitrah persatuan serta menjauhi perpecahan, pertikaian dan permusuhan,” pungkasnya. (L/P011/K08/P4)

Baca Juga: Bertemu Dubes Sudan, Kantor Berita MINA Jajaki Kerjasama Media

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Khadijah
Khadijah
Kolom
Sosok