Ulama Muda Palestina: Sesama Muslim Saling Menjaga

Bogor, MINA  – Ulama muda Palestina Syaikh Ayyub Abu Musa menekankan, sesama Muslim berkewajiban saling menjaga dan menguatkan satu sama lain.

“Walau satu Muslim dan lainnya misalnya saling berjauhan secara fisik, tapi jiwa mereka saling terpaut,” katanya di hadapan ratusan jamaah shalat Shubuh di Masjid At-Takwa Kompleks Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/5/2018).

Karena itu, lanjutnya, kesempatan Ramadhan ini dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan seluruh kaum Muslimin.

Ia menceritakan bagaimana perjuangan rakyat Palestina dalam mengusir penjajah, dan itu semua mendapat dukungan dari segenap kaum Muslimin, khususnya umat Islam Indonesia.

“Hingga kini pasukan Zionis tidak pernah berhenti membuat kerusakan, pelanggaran dan penodaan. Tapi Allah selalu melindungi,” imbuhnya.

Untuk itu, kesempatan bulan ampunan dan peningkatan takwa  Ramadhan ini, agar dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Susana kebaikan ada di dalmnya. Terbuka pintu-pintu kebaikan. Penuh rahmat dan kasih sayangm serta persaudaraan,” ujarnya.

“Balan Ramdahan adalah bulan kejayaan dan kemenngan kaum Muslimin, seperti dulu kemenangan Perang Badar dan Fathu Makkah, pada bulan suci Ramadhan,” tambahnya.

Ia sangat yakin kelak suatu saat bersama-sama umat Islam Indonesia akan membebaskan Al-Aqsha, dengan mengusir penjajah yang sombong dan membuat kerusakan, serta berama kaukm Muslimin shalaat berjamaah di Al-aqsha.

Ia datang bersama saudaranya Syaikh Samih berkunjung ke Indonesia untuk menyampaikan pesan-pesan perjuangan Palestina dan Al-Aqsha.

Seusai kuliah subuh, ia menyerahkan syal Palestina dan plakat kenangan simbol perjuangan Al-Aqsha kepada Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) KH Yakhsyallkah Mansur dan pembina Al-Fatah KH Abul Hidayat Saerodjie. (L/RS2/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments: 0