UMAT ISLAM DI MANAKAH NURANI KITA?

Yakhsallah Mansyur
Yakhsallah Mansyur
KH. Drs. Yakhsyallah Mansur, M.A.. (Dok. MINA)

Oleh: KH. Drs. Yakhsyallah Mansur, M.A.,*

*Ketua Sekolah Tinggi Shuffah Al-Qur’an (STSQ) Abdullah Ibnu Mas’ud Online

بسم الله الرحمن الرحيم

الله اكبر – الله اكبر – الله اكبر

Kaum muslimin yang dirahmati Allah,

Kami tulis surat ini setelah membaca surat Mads Gilbert, Profesor dan Kepala Klinik Layanan Darurat dan Obat-obatan Universitas Hospital Norwegia Utara yang bekerja di Rumah Sakit Asy-Syifa Gaza, kepada Obama, dengan judul “Obama, Punya Nuranikah Anda” (Republika, 22-07-2014). Kami tulis surat ini sekarang untuk seluruh umat Islam, khususnya umat di negeri-negeri Arab yang paling dekat dengan Gaza, melihat kondisi penduduk Gaza saat ini di manakah nurani kita?

Kaum muslimin yang dirahmati Allah,

Ingatlah sikap diam kita terhadap nasib saudara-saudara kita di Gaza akan menyebabkan terjadi bencana dan kerusakan yang dahsyat di muka bumi ini jika kita masih percaya dengan firman Allah:

وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بَعۡضُہُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٍ‌ۚ إِلَّا تَفۡعَلُوهُ تَكُن فِتۡنَةٌ۬ فِى ٱلۡأَرۡضِ وَفَسَادٌ۬ ڪَبِيرٌ۬ (٧٣)

“Dan orang-orang kafir sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar.” (Q.S. al-Anfal; 8:73)

Kepada umat Islam di Mesir,

Masihkah akan anda tutup rapat pintu Rafah, sementara ribuan darah daging kita bergelimpangan oleh tangan-tangan jahat militer Zionis, manusia yang lebih kejam dari hewan bahkan mungkin mereka itulah personifikasi manusia yang telah dikutuk oleh Allah menjadi kera di masa silam dan sekarang menampakkan bentuk aslinya.

Negara Zionis Israel memang tidak lagi diperintahkan oleh manusia tetapi diperintah oleh kera-kera terkutuk. Benyamin Netanyahu dan kabinetnya adalah kabinet hewan yang tidak pantas diperlakukan sebagai manusia.

Sekali lagi wahai bangsa Mesir, ulama, dan siapa pun yang punya pengaruh di negeri yang bangga dengan salah seorang putrinya, Maria al-Qibthiya dipersunting Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai istrinya. “Akankah Rafah bumi Allah, tetap akan kita tutup?” Mohon segeralah buka pintu Rafah agar ikhwan-ikhwan kita di Gaza segera dapat berobat selayaknya manusia dan kita dapat memasukkan obat kepada mereka.

Kepada umat Islam di Arab Saudi,

Masihkah anda berbangga dengan sebutan “Pelayan Dua Tempat Suci”, sementara saudara kembar Masjid al-Haram, yaitu Masjid al-Aqsha merana dan kalian diam saja, doa pun sekarang tidak kamu panjatkan.

Ingatlah kalian wahai muslim Arab Saudi, kalian adalah manusia yang dihidupi oleh Allah melalui Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Milyaran uang kaum muslimin menghidupi kalian karena kecintaan mereka kepada Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Ke manakah uang kita? Apa hanya kalian gunakan untuk mempertinggi bangunan di sekitar Masjid al-Haram, yang membuat Ka’bah menjadi “kecil.”

Gunakanlah uang umat Islam yang masuk ke pundi-pundi kalian untuk membela saudara-saudara kita di Gaza agar mereka dapat mengusir kaum Zionis yang telah merampas tanah kita. Apakah kalian takut disebut “teroris” oleh biangnya teroris dan tidak takut disebut fasik oleh Allah karena membiarkan kehormatan saudara kita dilanggar oleh musuh.

Kepada Umat Islam di Iran,

Di manakah kedigdayaan kalian yang selalu kalian banggakan sehingga berhasil mengalahkan “setan besar” dan mengusir raja kalian.

Kenapa tidak kalian buktikan kedigdayaan kalian dengan membantu rakyat Gaza, untuk melawan Zionis. Apakah hanya karena penduduk Gaza bermazhab Sunni, dan kalian bermazhab Syi’i, sehingga tidak mau membantu. Di mana komitmen kalian yang mengedepankan persatuan bahkan Dubes Iran untuk Indonesia mengatakan bahwa persatuan adalah kunci, kunci yang dapat melawan penyebaran beragam bentuk fitnah di antara muslim (Republika, 22-07-2014). Saya tidak dapat membayangkan bagaimana reaksi kalian seandainya Hizbullah yang Syi’i di Lebanon diserang oleh musuhnya. Saya yakin anda tidak akan diam, seperti ketika rezim Syi’ah di Iraq diganggu oleh ISIS.

Kepada Umat Islam di Irak, Lebanon, dan Syiria,

Apakah kalian akan terus berbaku tembak, saling menumpahkan darah sesama muslim, sementara ikhwan kita muslim di Gaza menunggu kemusnahannya. Kenapa moncong-moncong senjata kalian tidak kalian arahkan kepada Zionis Yahudi yang jelas-jelas disebutkan oleh Allah sebagai musuh umat Islam yang paling keras disamping orang musyrik.

Kepada Umat Islam di Indonesia,

Kita mungkin paling wajib membantu rakyat Gaza karena kita tinggal di negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia, dan tersubur di dunia. Ingatkah akan amanat konstitusi dalam Preambule UUD 45, bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Oleh karena itu, penjajahan di muka bumi harus dihapuskan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

“Akankah kita biarkan Zionis terus menjajah bumi Palestina?” Sebagai warga negara yang baik, tentu kita akan menjawab, “Tidak.” Lantas apa yang akan kita lakukan.

Kepada Umat Islam di mana saja berada,

Marilah kita bergerak, lakukan apa saja yang mungkin untuk membela muslim di Gaza, jangan biarkan mereka berjuang sendiri. Ingatlah bahwa kita pasti akan ditanya oleh Allah apa yang tidak kita perbuat untuk mereka.

Kepada Umat Islam di Gaza,

Percayalah seluruh umat Islam dan umat manusia yang memiliki nurani ada di belakang kalian. Teruslah berjuang karena kalian berada di pihak yang benar. Kalian telah memberi contoh kepada dunia tentang arti kesabaran, kegagahan, keberanian, dan kepasrahan kepada Allah. Yakinlah bahwa kalian pasti menang selama kalian beriman karena tidak ada kata kalah bagi orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. (L/P02/R2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

=====
Ingin mendapatkan update berita pilihan dan info khusus terkait dengan Palestina dan Dunia Islam setiap hari dari Minanews.net. Yuks bergabung di Grup Telegram "Official Broadcast MINA", caranya klik link https://t.me/kbminaofficial, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Comments: 0