UNESCO: Masjid Al-Aqsha Bagian dari Palestina

Gaza, 12 Rajab 1437/19 April 2016 (MINA) – Sebuah Resolusi terbaru Organisasi Pendidikan, Sains dan Kebudayaan PBB (UNESCO) menyatakan bahwa Masjid Al-Aqsha dan beberapa tempat suci lainnya di Hebron dan Bethlehem merupakan bagian Palestina. Resolusi itu membuat marah Israel.

Dalam beberapa kesempatan, Organisasi yang berpusat di Paris, Perancis itu juga mengutuk Israel yang mengintimidasi Palestina dengan kekuatan pendudukan dan menanam kuburan palsu di pemakaman Muslim, demikan laporan Worldbulletin yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Dalam resolusi itu, dua tujuan wisata di Palestina, Masjid Ibrahimi yang terletak di pusat Hebron dan Masjid Bilal bin Rabah di Bethlehem, juga masuk sebagai salah satu situs Palestina. Draft Resolusi itu disepakati oleh Dewan Eksekutif UNESCO di Palestina pada 11 April kemarin.

Baca Juga:  PBB: 630.000 Warga Palestina Mengungsi dari Rafah Sejak 6 Mei

“UNESCO menegaskan kembali bahwa dua situs yang terletak di Hebron dan di Betlehem merupakan bagian dari Palestina. UNESCO melarang penggalian ilegal Israel yang sedang berlangsung, pembangunan jalan pribadi untuk pemukim dan tembok pemisah di Al-Quds karena akan mempengaruhi integritas situs,” tulis pernyataan itu.

UNESCO juga mengecam serangan Israel terhadap umat Islam di Al-Haram Al-Sharif, dan situs sucinya, Masjid Al-Aqsha.

UNESCO meminta Israel untuk menghentikan pelarangan umat Islam mengubur jenazah di beberapa tempat dengan menanam kuburan palsu Yahudi di ruang lain dari pemakaman Muslim.

“UNESCO mengutuk keras agresi Israel dan langkah-langkah ilegal terhadap kebebasan beribadah dan akses Muslim ke situs Masjid Al-Aqsha Al-Syarif, dan meminta Israel untuk menghormati status quo serta segera menghentikan tindakan ilegal lainnya,” imbuh pernyataan itu.

Baca Juga:  Mesir Tolak Usulan Israel Soal Perlintasan Rafah

Di akhir pernyataannya UNESCO mengkritik blokade Israel di Jalur Gaza yang menyebabkan jumlah besar korban di antaranya anak-anak Palestina dan serangan terhadap sekolah-sekolah serta fasilitas pendidikan dan budaya lain. (T/P011/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Wartawan: Rendi Setiawan

Editor: Rana Setiawan