UNESCO Rehabilitasi Sekolah Rusak Setelah Ledakan di Beirut

Paris, MINA –  Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) telah mengkonfirmasi bahwa mereka akan merehabilitasi sekolah yang rusak dan daerah yang terkena dampak setelah ledakan mematikan yang terjadi di ibukota Lebanon Selasa, (4 /8).

UNESCO mengatakan, sektor pendidikan terkena dampak parah, karena ledakan tersebut menyebabkan kehancuran sebagian atau seluruhnya dari sekitar 70 sekolah negeri dan 50 sekolah swasta di Beirut serta daerah sekitarnya, Una-oic melaporkan.

“Kehancuran seperti itu mengancam dan mengganggu tahun ajaran baru serta membuat sekitar 55.000 siswa yang terdaftar di sekolah-sekolah terancam tidak mendapatkan layanan pendidikan,” tambahnya.

Dalam sebuah pernyataan, pasca ledakan, Direktur Biro Regional UNESCO untuk Pendidikan di Negara-negara Arab – Beirut, Dr. Hamed Al Hamami, bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Dr. Tarek Majzoub, di hadapan Direktur Jenderal Fadi Yarak, untuk menginventarisir kebutuhan sektor pendidikan dan membahas bantuan UNESCO.

Selain itu, atas permintaan Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi, UNESCO akan merehabilitasi sekolah yang rusak di Beirut dan daerah yang terkena dampak, serta akan mengoordinasikan upaya rehabilitasi sekolah di Lebanon di antara mitra pendidikan untuk menghindari duplikasi dan memastikan keserasian intervensi.

“Rehabilitasi sekolah yang rusak akibat ledakan Beirut adalah salah satu kebutuhan dasar untuk memastikan akses pendidikan dasar dan menengah, juga berkontribusi untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4 (SDG4), yaitu pendidikan yang inklusif, bahkan dalam situasi darurat dan krisis sekalipun, “kata Al Hamami. (T/SH/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA).