Uni Eropa Alokasikan Rp.573 juta untuk Pengungsi Rohingya di Aceh

Jakarta, MINA – Uni Eropa mengalokasikan €35.000 (sekitar 573 juta rupiah) untuk bantuan kemanusiaan kritis kepada 99 imigran Rohingya yang diselamatkan dan diizinkan mendarat di Indonesia setelah lebih dari 120 hari di laut.

Mengutip dari laman resmi UE pada Rabu (15/7), dana Uni Eropa itu disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) untuk bantuan air bersih, fasilitas sanitasi, perawatan kesehatan, dukungan psikososial, serta bahan-bahan penting, seperti alas tidur dan selimut, barang-barang higenis dan alat pelindung diri.

Tim PMI juga akan melakukan sosialisasi kebersihan, dengan fokus pada virus corona dan demam berdarah. Selain itu, dana mendukung upaya untuk memulihkan kontak antara anggota keluarga yang terpisah.

Dana kemanusiaan ini adalah bagian dari kontribusi Uni Eropa untuk Dana Darurat Penanggulangan Bencana (Disaster Relief Emergency Fund/ DREF) yang dikelola Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies/ IFRC).

Untuk menghindari penganiayaan di Myanmar dan penampungan pengungsi di Bangladesh, para imigran Rohingya telah bertahun-tahun menggunakan kapal menuju negara-negara Asia Tenggara lainnya termasuk Malaysia, Thailand dan Indonesia.

Pandemi virus corona telah memperburuk situasi ketika negara-negara di kawasan ini menutup perbatasan mereka, sehingga beberapa kapal terombang-ambing selama berminggu-minggu dengan ratusan Rohingya di dalamnya.

Pada tanggal 25 Juni, sebanyak 99 imigran Rohingya diizinkan untuk mendarat di Indonesia setelah kapal mereka rusak di garis pantai Seunudon, Aceh Utara, Indonesia.

Para imigran, yang berasal dari Negara Bagian Rakhine di Myanmar, dipindahkan ke tempat penampungan sementara di kota Lhokseumawe tetapi persiapan sedang dilakukan untuk memindahkan mereka ke fasilitas penampungan lain. (R/R6/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)