Uni Eropa Bantah Ancaman akan Kurangi Bantuan Palestina

Brussel, MINA – Uni Eropa pada Senin (22/2) membantah laporan bahwa mereka mengancam akan mengurangi bantuan yang diberikan kepada Otoritas Palestina (PA) jika tidak mengadakan pemilihan umum.

“Kami terkejut dengan apa yang diberitakan di beberapa media… tidak ada komentar atau pernyataan dari Uni Eropa mengenai hal ini,” kata Shadi Othman, Juru Bicara Uni Eropa di Palestina, dalam pernyataan tertulis yang diterima Anadolu Agency.

Penyiar resmi Israel, Kan, Ahad malam mengatakan, para pejabat Eropa telah mengirim pesan kepada Presiden PA Mahmoud Abbas yang menyatakan jika pemilihan parlemen yang dijadwalkan pada Mei dibatalkan, dukungan Eropa untuk otoritas tersebut yang diperkirakan mencapai € 600 juta (USD 728 juta), akan dipotong atau dikurangi.

Hussein Al-Sheikh, Kepala Otoritas Urusan Sipil dan Anggota Komite Sentral Fatah, membantah laporan itu.

“Semua ancaman Eropa dan lainnya yang dikabarkan tidak berdasar, dan gangguan yang disengaja,” ujarnya melalui Twitter.

“Pemilihan umum Palestina adalah keputusan par excellence Palestina, dan berasal dari kepentingan nasional Palestina, untuk memperkuat pendekatan demokrasi dengan partisipasi semua warga Palestina untuk mengabadikan legitimasi dana,” tambahnya.

Pemilu Palestina sendiri dijadwalkan berlangsung dalam tiga tahap, legislatif pada 22 Mei, presiden pada 31 Juli dan Dewan Nasional pada 31 Agustus tahun ini.

Sejak 2008, bantuan yang diberikan oleh negara-negara Uni Eropa kepada Otoritas Palestina berjumlah sekitar € 2,8 miliar (USD 3,4 miliar). (T/R7/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)