Uni Eropa Desak Israel Hentikan Penggunaan Peluru Tajam

Yerusalem, MINA – Uni Eropa (UE) mendesak otoritas pendudukan Israel untuk menghentikan penggunaan kekuatan yang berlebihan dan peluru tajam terhadap warga Palestina.

Uni Eropa menyatakan desakannya itu dalam sebuah tweet yang dikeluarkan oleh kantornya di Yerusalem, Selasa (1/3).

UE menyatakan keprihatinan atas bentrokan yang terjadi kemarin di Bab al-Amud (Yerusalem yang diduduki), dan serangan harian oleh otoritas Israel di Tepi Barat, yang menyebabkan terbunuhnya dua orang dan melukai beberapa warga sipil. Di antara mereka adalah anak-anak.

“Penggunaan kekuatan yang berlebihan dan peluru tajam terhadap warga Palestina harus dihentikan,” kata pernyataan itu,  seperti dikutip Ma’an.

Perlu diketahui, pada Selasa (1/3), tiga pemuda Palestina tewas di Jenin dan Betlehem.

Di Jenin, tahanan yang dibebaskan Abdullah Al-Hosari (22 tahun) dan pemuda Shadi Khaled Najm (18 tahun)  gugur oleh pasukan pendudukan Israel yang menyerbu kamp pengungsi Jenin saat waktu fajar.

Di Betlehem, mahasiswa Ammar Shafeeq Abu Afifa dari kamp Al-Aroub, utara Hebron, dibunuh oleh pasukan Israel yang menembaknya di dekat kota Beit Fajjar, selatan Bethlehem.

Puluhan warga, termasuk dua anak-anak, terluka selama penindasan oleh pasukan pendudukan saat perayaan peringatan Isra dan Mi’raj di Bab Al-Amoud di Kota Tua Yerusalem.

Masyarakat Bulan Sabit Merah di Yerusalem mengatakan, krunya menangani 37 luka-luka, delapan di antaranya dipindahkan ke rumah sakit.

Perlu diketahui pula, di antara yang terluka adalah seorang anak berusia 6 bulan yang terkena granat kejut di wajahnya, dan gadis berkebutuhan khusus yang juga terkena granat kejut di bagian wajahnya. (T/B04/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)