UNI EROPA DESAK RUSIA DUKUNG GENCATAN SENJATA DI UKRAINA

MINA-EU
Bendera Uni Eropa (Gambar: AA)
Bendera Uni Eropa (Gambar: AA)

Luksemburg, 26 Sya’ban 1435/24 Juni 2014 (MINA) – Uni Eropa mendesak Rusia mendukung rencana perdamaian yang digariskan oleh Presiden Ukraina Petro Poroshenko dan untuk menghentikan masuknya para militan di perbatasan.

“Uni Eropa menyerukan kepada Federasi Rusia untuk menggunakan pengaruhnya terhadap separatis untuk menghentikan kekerasan dan meletakkan senjata mereka,” kata Dewan Luar Negeri Uni Eropa dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan Senin (23/6) setelah pertemuan Menteri Luar Negeri di Luksemburg, Anadolu Agency melaporkan dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Jumat lalu, Ukraina mengumumkan memperpanjang gencatan senjata sepihak selama seminggu di bagian timur negara itu, memberikan kesempatan diplomasi untuk mengakhiri bentrokan antara tentara Ukraina dan separatis pro-Rusia.

Presiden Poroshenko juga mempresentasikan rencana perdamaian 15-langkah yang meliputi jaminan keselamatan bagi semua peserta negosiasi, amnesti bagi mereka yang meletakkan senjata dan bagi mereka yang tidak melakukan kejahatan serius, serta pembebasan sandera.

Dewan Uni Eropa menegaskan kecamannya terhadap pencaplokan wilayah Crimea dan mengatakan tidak akan mengakuinya.

Ketegangan terus meninggi di Ukraina timur setelah militan Donetsk dan Lugansk menyatakan niatnya untuk melepaskan diri dari Kiev, keduanya menginginkan terulangnya situasi di Crimea setelah referendum  Maret lalu.

Negara-negara Barat  menyalahkan Rusia yang mendukung kelompok-kelompok militan.

Dalam perkembangan lain, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Ahad (22/6), bahwa tentara Ukraina terus menembaki wilayah tenggara negara itu meskipun gencatan senjata.

“Saya tidak tahu apakah orang-orang yang memerangi adalah tentara reguler atau kelompok nasionalis, tapi itu terjadi dalam kenyataan,” kata Putin dalam pidatonya yang disiarkan televisi.

Separatis militer dan warga Ukraina pro-Rusia terlibat dalam pertempuran terus-menerus selama lebih dari dua bulan di Donetsk dan Lugansk, di mana tercipta sentimen pro-Rusia di antara komunitas etnis Rusia. (T/p09/P04)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)
Comments: 0