SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Uni Eropa Dukung Mesir Tampung Pengungsi Sudan

Arina Islami Editor : widi kusnadi - Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:21 WIB

19 Views ㅤ

Pengungsi Sudan (Foto: UNHCR/Barb Wigley)

Brussels, MINA – Komisi Eropa menjanjikan dukungan lebih lanjut kepada Mesir, meskipun muncul laporan mengenai dugaan serangan pesawat tempur Mesir di Sudan serta tindakan kekerasan terhadap pengungsi yang berlindung di negara tersebut.

Perang saudara di Sudan telah diwarnai berbagai laporan mengenai genosida, penggunaan senjata kimia, pemerkosaan massal, dan kelaparan.

Kondisi tersebut memaksa sekitar 1,2 juta warga Sudan mengungsi ke Mesir. Euobserver melaporkan.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Selasa (13/10) menyebut Mesir sebagai mitra prioritas dalam upaya mengendalikan migrasi dan menjanjikan dukungan berkelanjutan bagi Kairo.

Baca Juga: Irak Luncurkan Satelit Stasiun Bumi Pertama di Baghdad, Menuju Kedaulatan Digital

Dalam surat yang dikirimkan kepada 27 kepala negara dan pemerintahan menjelang KTT Uni Eropa pada Kamis (15/10) di Brussels, von der Leyen menyinggung upaya memberikan perlindungan dan solusi jangka panjang di negara-negara tuan rumah pengungsi.

Ia juga menyampaikan dukungan bagi warga Sudan yang telah kembali ke sejumlah wilayah yang dinilai relatif aman.

Namun, pernyataan tersebut kontras dengan dokumen internal Uni Eropa mengenai Sudan yang dirilis kelompok pemantau Statewatch yang berbasis di London awal bulan ini.

Dokumen tersebut mengungkap laporan mengenai kampanye kekerasan yang dilakukan otoritas Mesir terhadap warga Sudan yang seharusnya mereka bantu.

Baca Juga: Iran Tunjuk Menteri Pertahanan Baru di Tengah Ancaman Konfrontasi AS-Israel

“Otoritas Mesir terus melakukan penangkapan sewenang-wenang, penahanan, dan deportasi terhadap migran, pencari suaka, serta pengungsi. Peningkatan tajam deportasi paksa telah teramati sejak Januari 2026,” demikian isi dokumen internal yang ditulis oleh Presidensi Uni Eropa dari Irlandia pada September.

Mesir diperkirakan menampung lebih dari sembilan juta migran dan pengungsi. Sekitar 80 persen di antaranya merupakan warga negara Sudan, Suriah, Yaman, dan Libya.

Dari jumlah tersebut, sedikit lebih dari satu juta orang secara resmi terdaftar sebagai pengungsi. Sebagian besar pengungsi berasal dari Sudan.

Laporan tersebut menyoroti perbedaan antara komitmen Uni Eropa untuk memberikan perlindungan kepada pengungsi dan dugaan perlakuan yang dihadapi para pengungsi Sudan di Mesir.[]

Baca Juga: Qatar Siapkan Pakta Pertahanan Baru untuk Hadapi Rudal, Drone, dan Serangan Siber

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Dunia Islam
Eropa