Uni Eropa Minta Israel Fasilitasi Pemilu di Yerusalem Timur

Brussel, MINA – Uni Eropa pada Jumat (30/4) mendesak Israel untuk pemilihan di seluruh wilayah Palestina tetap dilanjutkan dan menyatakan kecewaannya atas pemilihan yang tertunda karena Israel tak mengizinkan pemilu di Yerusalem Timur yang didudukinya.

“Keputusan menunda pemilihan umum Palestina, termasuk pemilihan legislatif yang semula dijadwalkan pada 22 Mei, sangat mengecewakan,” kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell dalam pernyataan tertulis. Anadolu Agency melaporkan.

Ia meminta Israel untuk memfasilitasi penyelenggaraan pemilihan umum di seluruh wilayah Palestina, termasuk di Al-Quds (Yerusalem Timur).

Borrell juga meminta otoritas Palestina menetapkan tanggal baru  pemungutan suara “tanpa penundaan” dan mendorong semua aktor politik Palestina melanjutkan pembicaraan.

“Kami sangat yakin perlu adanya lembaga-lembaga Palestina yang kuat, inklusif, bertanggungjawab dan berfungsi berdasarkan aturan hukum dan hak asasi manusia bagi rakyat Palestina,” tambahnya.

Borrell juga menekankan kembali, komitmen Uni Eropa terhadap solusi dua negara.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas Kamis (29/4) mengatakan tidak akan mengadakan pemilihan apabila Yerusalem dikecualikan dari pemungutan suara.

Abbas mengatakan pihak Israel belum memberikan jawaban permintaan Palestina mengadakan pemungutan suara di Yerusalem Timur yang diduduki.

Abbas menekankan, begitu Israel mengizinkan pemilihan di Yerusalem, pemungutan suara akan diadakan dalam waktu sepekan. Wilayah Palestina termasuk Tepi Barat dan Yerusalem Timur telah di bawah pendudukan Israel sejak 1967.

Sebagian besar komunitas internasional, Turki dan UE tidak mengakui kedaulatan Israel atas wilayah tersebut. (T/R4/P1)

 

 

Mi’raj News Agency (MINA)