Uni Eropa Sambut Baik Penghentian Permusuhan Armenia – Azerbaijan

Brussel, MINA – Uni Eropa menyambut baik penghentian permusuhan di Nagorno – Karabakh menyusul gencatan senjata yang ditengahi Rusia pada 10 November, yang disepakati antara Armenia dan Azerbaijan.

Dalam pernyataan tertulis pada Kamis (19/11), UE menyerukan kepada semua pihak untuk terus menghormati gencatan senjata guna mencegah hilangnya nyawa lebih lanjut.

UE juga mendesak semua aktor regional menahan diri dari tindakan atau retorika apa pun yang dapat membahayakan gencatan senjata serta menyerukan penarikan penuh semua pejuang asing dari wilayah tersebut.

UE akan mengikuti dengan seksama pelaksanaan ketentuan gencatan senjata, terutama yang berkaitan dengan mekanisme pemantauannya.

UE mengatakan, penghentian permusuhan hanyalah langkah pertama untuk mengakhiri konflik Nagorno-Karabakh yang telah berlangsung lama, upaya harus diperbarui untuk penyelesaian konflik yang dinegosiasikan, komprehensif dan berkelanjutan, termasuk tentang status Nagorno-Karabakh.

“UE siap untuk berkontribusi secara efektif dalam pembentukan penyelesaian konflik yang tahan lama dan komprehensif, termasuk jika memungkinkan melalui dukungan untuk stabilisasi, rehabilitasi pasca konflik dan langkah-langkah pembangunan kepercayaan,” ujar UE dalam pernyataan itu.

UE menegaskan penentangannya terhadap penggunaan kekuatan, khususnya penggunaan amunisi cluster dan senjata pembakar, sebagai cara untuk menyelesaikan perselisihan.

Organisasi itu juga menekankan, hukum humaniter internasional harus dihormati dan menyerukan kepada para pihak melaksanakan perjanjian tentang pertukaran tawanan perang dan pemulangan jenazah yang dicapai dalam format Ketua Bersama OSCE Minsk Group pada 30 Oktober di Jenewa.

UE kemudian menggarisbawahi pentingnya melestarikan dan memulihkan warisan budaya dan agama di Nagorno-Karabakh. Kejahatan perang apa pun yang mungkin telah dilakukan harus diselidiki.

Pada Selasa (10/11), Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin, menandatangani perjanjian penghentian penuh operasi militer di wilayah pegunungan Nagorno-Karabakh.

Salah satu poin perjanjian itu adalah gencatan senjata lengkap dan penghentian semua permusuhan di zona konflik Nagorno-Karabakh akan diberlakukan pada pukul 00:00 waktu Moskow pada 10 November 2020. Republik Azerbaijan dan Republik Armenia, selanjutnya disebut para pihak, harus berhenti di posisi mereka saat ini. (R/R7/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)