Uni Eropa Usulkan Tambah € 40 Juta untuk UNRWA

New York, MINA – Uni Eropa (EU) mengusulkan tambahan bantuan sebesar € 40 untuk para pengungsi Palestina dalam pertemuan tingkat menteri UNRWA di sela-sela sesi Sidang Umum PBB (UNGA) ke-73 di New York, Jumat (28/9).

Komisi Eropa mengumumkan dukungan tambahan kepada UNRWA, memungkinkan badan tersebut menyediakan akses pendidikan untuk 500.000 anak-anak pengungsi Palestina, perawatan kesehatan 3,5 juta lebih pasien dan bantuan kepada lebih dari 250.000 pengungsi Palestina yang rentan terkena penyakit, demikian Wafa melaporkan yang dikutip MINA.

“Hari ini kami menegaskan kembali dukungan politik dan keuangan Uni Eropa kepada UNRWA. Dengan pengumuman ini, kontribusi keseluruhan dari Uni Eropa dan negara-negara anggota telah mencapai lebih dari € 1 miliar selama tiga tahun terakhir. Berkat dana ini, setiap hari anak-anak dapat pergi ke sekolah, jutaan pasien menerima perawatan kesehatan dan ribuan orang memiliki akses ke pekerjaan,” kata Wakil Presiden Komisi Eropa Federica Mogherini.

Ia mengatakan, mendukung pengungsi berarti mendukung perdamaian dan keamanan di Timur Tengah. Ini adalah kepentingan strategis UNRWA yang sangat penting untuk perspektif solusi dua negara.

“Semua orang yang telah memotong pendanaan perlu memikirkan kembali keputusan mereka,” ujarnya mengacu pada keputusan pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Januari 2018 yang memotong semua dana untuk UNRWA, yang menyediakan layanan kepada lebih dari lima juta pengungsi Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat, Gaza, Yordania, Suriah, dan Lebanon.

Sementara itu, Komisaris Eropa untuk Kebijakan Lingkungan Eropa dan Negosiasi  Johannes Hahn menyatakan, menjaga sekolah terbuka bagi para pengungsi Palestina adalah prioritas utama bagi kita semua.

“Dengan pendanaan tambahan ini, kami menegaskan kembali komitmen yang jelas dan tegas dari Uni Eropa kepada UNRWA serta para pengungsi Palestina. Ini adalah respon luar biasa terhadap krisis yang luar biasa,” katanya.

Ia berharap UNRWA untuk fokus pada pelayanan dan menyelaraskan kegiatan dengan pendanaan yang tersedia.

“Kami siap membantu UNRWA dan bekerja dengan pemerintah setempat untuk mengelola prosesnya,” tambahnya.

Komisaris untuk Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis Christos Stylianides mengatakan, bantuan kemanusiaan tambahan akan membantu UNRWA menanggapi kebutuhan kesehatan yang telah meningkat secara signifikan selama enam bulan terakhir di Gaza.

“Ini akan memperkuat sistem perawatan kesehatan dan membantu pusat kesehatan primer yang dikelola UNRWA di Gaza memenuhi tuntuntan yang meningkat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen untuk membantu orang-orang yang paling rentan dan memperkuat ketahanan masyarakat di Gaza. (T/ais/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)