UNICEF dan UNRWA Serukan Negara-Negara Donor Terus Dukung Pengungsi

Brussels, MINA – Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) dan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) pada hari Senin, 11 Maret, meminta negara-negara donor  berpartisipasi mendukung pengungsi dalam Konferensi Brussels Ketiga tentang “Dukungan untuk Masa Depan Suriah dan Kawasan”.

“Ada kebutuhan untuk pendanaan yang dapat diprediksi, tidak terbatas dan beberapa tahun untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang anak-anak dan keluarga mereka di Suriah dan di seluruh wilayah,” kata Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore dalam sebuah pernyataan. Seperti dilaporkan Quds Press.

“Saat ini ada kepercayaan yang salah bahwa konflik di Suriah akan mendekati akhir, tetapi itu tidak terjadi. Anak-anak di beberapa bagian negara bahkan berisiko lebih besar daripada waktu lain selama konflik delapan tahun,” ujar pernyataan.

Laporan tahun 2018, 106 anak tewas dalam pertempuran, tertinggi yang pernah tercatat dalam satu tahun sejak perang dimulai.

Laporan menambahkan bahwa “ini hanya angka-angka yang dapat diverifikasi oleh PBB, yang berarti bahwa jumlah sebenarnya kemungkinan besar jauh lebih tinggi.”

Sementara itu, Komisaris Jenderal UNRWA Pierre Krahnbol mengatakan, “akan menyoroti selama konferensi tentang pekerjaan organisasinya membantu warga Suriah di pengungsian.”

Dia menambahkan, akan membahas “garis depan dan nasib lebih dari setengah juta pengungsi Palestina yang sangat terpengaruh oleh konflik, beberapa di antaranya melarikan diri ke Lebanon, Yordania, dan negara-negara lain.”

Dia menjelaskan bahwa UNRWA adalah operasi PBB terbesar di Suriah, menyediakan hampir 4.000 karyawan di bidang pendidikan, darurat dan kesehatan. Juga  merupakan salah satu program bantuan tunai terbesar di dunia dan layanan keuangan mikro, serta pelatihan teknis dan kejuruan untuk kaum muda.

Konferensi Brussels Ketiga diketuai oleh Uni Eropa dan PBB, dijadwalkan akan dimulai pada hari Selasa, 12 Maret, dengan partisipasi organisasi dan negara.

Uni Eropa mengatakan bahwa konferensi itu akan berlangsung hingga 14 Maret, akan membahas masalah-masalah kemanusiaan yang paling penting yang mempengaruhi warga Suriah dan masyarakat yang menampung para pengungsi Suriah baik di dalam negara maupun di kawasan itu.

Konferensi akan menekankan dukungan politik dan keuangan dari komunitas internasional kepada tetangga-tetangga Suriah, terutama Lebanon, Yordania, Turki, Irak dan Mesir.

Konferensi akan mempertemukan para menteri luar negeri lebih dari 85 negara dan organisasi regional di tingkat menteri untuk membahas semua aspek utama krisis Suriah, termasuk pembangunan politik, kemanusiaan, dan regional.

Konferensi diketuai oleh Perwakilan Tinggi UE untuk Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Federica Mogherini atas nama Uni Eropa. (T/RS2/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)