Universitas Al-Azhar Kairo Sudah Tunjuk 2.000 Dai Muslimah

(Foto: News1130)

Kairo, 8 Ramadhan 1438/3 Juni 2017 (MINA) – Sebanyak 144 Muslimah telah ditunjuk sebagai dai oleh Universitas Al-Azhar Kairo sejak tahun 2014, dengan 2.000 lainnya akan ditugaskan sebelum akhir tahun 2017.

Mesir menjadi satu dari sedikit negara di mana Muslimah kini dapat menjadi dai penyampai risalah Islam. Menurut analisis yang diselesaikan oleh otoritas keagamaan Mesir, seorang ibu atau seorang istri bertanggung jawab atas transmisi ide-ide regresif atau radikal di dalam rumah.

Mendidik para Muslimah menurut ajaran Islam melalui para dai resmi, oleh karena itu, merupakan bagian dari perjuangan global Al-Azhar melawan ceramah radikal, demikian laporan Middle East Monitor (MEMO) yang dikutip MINA, Sabtu (3/6).

Baca Juga:  Mesir Tolak Usulan Israel Soal Perlintasan Rafah

Melanggar peraturan historis para dai Islam didominasi laki-laki, namun dalam perkembangannya kini wanita hadir dalam upaya penyebaran ajaran Islam, yang mempunyai peran menyampaikan pesan melawan ekstremisme dan fundamentalisme oleh perempuan.

Riadh Sidaoui, Direktur Pusat Penelitian dan Analisis Politik dan Sosial Arab Al-Azhar, menjelaskan, peran utama dai Muslimah adalah pendidik dengan misi untuk “mendemokratiskan masalah sosial seperti pernikahan, anak-anak, seksualitas [dan] menstruasi,” kata Sidaou, demikian menurut laporan L’Orient Le Jour.

Naima Bouras, seorang peneliti di Pusat Studi Ekonomi, Hukum dan Sosial yang berpusat di Kairo (CEDEJ) mengatakan, kekuasaan politik mungkin tergoda untuk memaksakan kontrol yang lebih kuat, maka perlu ada reformasi pada perempuan Muslimah.

Baca Juga:  Mesir Tolak Usulan Israel Soal Perlintasan Rafah

Sebelumnya, Al-Azhar telah melantik 500 cendikiawan muslimah yang dianggap sebagai yang pertama kalinya dalam sejarah Mesir membuka peluang bagi Muslimah di majelis dakwah dan fatwa.

Al-Azhar telah mengeluarkan fatwa secara langsung dan menerima pertanyaan dari masyarakat melalui telepon dan e-mail. Dalam waktu dekat media tersebut akan segera beroperasi. Majelis Dakwah dan Fatwa Kairo akan menugaskan para dai Muslimah memberikan layanan 24 jam non stop.

Al-Azhar adalah lembaga pendidikan Islam yang telah ada sejak 11 abad silam yang berada di negeri kinanah, Mesir. Berdiri sejak 875 lalu, Al-Azhar menempati posisi penting dalam kaitannya penyebaran agama Islam di Mesir, dan dunia Islam pada umumnya. (T/R01)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Wartawan: Rana Setiawan

Editor: Ismet Rauf