Unjuk Rasa di Depan Kantor PBB di Jenewa Protes Serangan Israel

Jenewa, MINA – Lebih dari 1.000 orang berunjuk rasa  pada Rabu (12/5) di depan Markas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa  melakukan aksi protes menentang serangan Pasukan Pendudukan Israel di Yerusalem Timur dan Masjid Al-Aqsa, baru-baru ini.

Di antara yang hadir menurut penyelenggara adalah tokoh-tokoh hak asasi manusia, asosiasi korban penyiksaan, sekelompok orang Turki yang mengibarkan bendera Turki dan Palestina,

Protes dilakukan di bawah Monumen Kursi Patah Berkaki Tiga untuk para korban ranjau darat di seluruh dunia, yang ada di depan Markas PBB, Anadolu melaporkan.

Organisasi hak asasi manusia mendukung demonstrasi itu yang dipimpin oleh Asosiasi Kesejahteraan dan Keadilan (Refahder), Asosiasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia dan Pembangunan yang berbasis di Jenewa, dan Asosiasi Korban Penyiksaan.

Di antara pengunjuk rasa adalah Hani Ramadan, cucu Hassan Al-Banna, pendiri organisasi Ikhwanul Muslimin, yang berbicara menentang serangan pasukan Israel di Yerusalem Timur di sekitar Masjid Al-Aqsa dan terhadap pengunjuk rasa Palestina.

Ender Demirtaş, Presiden Cabang Eropa Refahder dan Asosiasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia dan Pembangunan, mengatakan “Yerusalem dan Palestina adalah untuk menghormati semua umat manusia.”

“Kasus Yerusalem tidak sendirian; Muslim di sana tidak sendiri,” ujarnya.

Dia mengatakan mereka akan melakukan segalanya untuk membela hak-hak mereka.

Demirtaş mengatakan kota Yerusalem adalah milik semua umat manusia dan tidak hanya Muslim.

Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan seperti “Hidup Palestina”, “Ibu kota Palestina adalah Yerusalem”, dan “Teroris Israel”.

Sejak awal Ramadhan, kota Yerusalem telah menjadi saksi serangan pasukan polisi Israel dan pemukim di daerah Bab Al-Amud, lingkungan Sheikh Jarrah dan sekitar Masjid Al-Aqsa.

Sejak Senin (10/5) Israel juga melakukan serangan ke Jalur Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan jumlah korban meninggal secara keseluruhan sejak dimulainya serangan terbaru mencapai 69, termasuk 17 anak-anak dan delapan wanita pada Kamis pagi serta lebih dari 390 lainnya terluka. (T/R7/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)