Unjuk Rasa Hari Kedua di Mesir, Demonstran Sita Kendaraan Lapis Baja

Protes di Giza pada Senin, 21 September 2020. (TREND/YouTube)

Giza, MINA – Pengunjuk rasa pada hari kedua, Senin (22/9), di Mesir menyita kendaraan lapis baja polisi di Badrasheen Center di Giza.

Menurut Al-Araby Al-Jadeed, sekelompok pengunjuk rasa lainnya di desa Al-Hawarta di Kegubernuran Minya mendorong sebuah kendaraan keamanan ke dalam kanal.

Tindakan itu menanggapi aparat keamanan yang menembakkan tabung gas air mata dan peluru ke arah demonstran, demikian dikutip dari MEMO, Rabu (23/9).

Protes di Mesir yang menentang aturan Presiden Abdel Fattah Al-Sisi berlanjut untuk hari kedua berturut-turut.

Protes tersebut sebagai tanggapan atas seruan yang dibuat oleh mantan kontraktor tentara Mohamed Ali, yang meminta rakyat Mesir untuk bersatu melawan penindasan, ketidakadilan dan turun ke jalan pada 20 September.

Tahun lalu, Ali merilis serangkaian video yang menuduh rezim yang berkuasa, Presiden Al-Sisi dan keluarganya melakukan korupsi dan menghambur-hamburkan dana publik di saat rakyat Mesir semakin miskin.

Di bawah rezim saat ini, ekonomi Mesir terus memburuk dan pelanggaran hak asasi manusia meningkat, diperparah oleh krisis virus Corona di negara yang telah salah penanganannya oleh otoritas yang berkuasa.

Ribuan rumah dibongkar setelah pemerintah menuding melanggar persyaratan bangunan.

Ada juga kemarahan yang meluas atas penanganan pemerintah terhadap Libya dan negosiasi Bendungan Renaisans di Sungai Nil.

Tahun lalu, setelah warga Mesir turun ke jalan pada 20 September, sekitar 4.000 orang ditangkap sebagai pembalasan atas apa yang menurut lembaga HAM Amnesti International adalah tindakan keras terbesar terhadap pengunjuk rasa sejak Al-Sisi berkuasa.

Tahun ini protes pecah di Shubra Al-Khaimah di Gubernuran Qalyubia, Warraq dan Al-Ayyat di Giza, dan Dar Al-Salam di Kegubernuran Fayoum.

Protes juga terjadi di Suez, Kafr El Dawwar di Delta Nil, Kairo, Alexandria, dan Aswan, tempat beredar laporan online bahwa kediaman Presiden telah dibakar.

Al-Araby Al-Jadeed melaporkan bahwa lebih dari 170 orang dari empat desa di Giza ditangkap. Mereka dituduh “tergabung dalam kelompok terlarang” dan “menyebarkan rumor di media sosial”. (T/RI-1/RS1)

Mi’raj News Agency (MINA)