UNRWA Butuhkan Segera AS$ 14 Juta Cegah Corona pada Pengungsi Palestina

Yerusalem, MINA – Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA)  membutuhkan segera SD$14 juta dolar guna memghadapi  wabah COVID-19 selama periode tiga bulan ke depan, organisasi PBB itu mengatakan dalam siaran persnya.

Komisaris Jenderal UNRWA Christian Saunders , juga menguraikan prioritas langsung dan masalah  keuangan untuk pelayanan kesehatan dan layanan lain yang terkait dengan pandemi di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, Gaza, Yordania, Lebanon, dan Suriah. Demikian WAFA pada Rabu (18/3).

Kebutuhan mendesak  ini merupakan tambahan dari kebutuhan Anggaran Program UNRWA.

Saunders  menyatakan kondisi yang tidak layak di Palestina rentan terhadap ancaman wabah COVID-19 yang saat ini sedang terjadi.

“Kondisi hidup yang penuh sesak, tekanan fisik dan mental dan konflik berkepanjangan selama bertahun-tahun membuat populasi rentan lebih dari 5,6 juta pengungsi Palestina sangat rentan terhadap ancaman COVID-19 yang sedang berlangsung,” katanya.

Menurutnya, semua negara tuan rumah pengungsi dan lima badan  telah mengumumkan serangkaian langkah-langkah  untuk mengatasi penyebaran COVID-19, yang akan diikuti oleh UNRWA sebagai pelaksana operasional.

Semua sekolah UNRWA dan lembaga pendidikan lainnya ditutup sementara; namun, semua dari 144 klinik kesehatan UNRWA tetap beroperasi penuh dan terus menyediakan layanan kesehatan primer  untuk menghadapi  penyebaran pandemi yang sedang berlangsung.

“Kami mengimbau upaya global besar-besaran untuk menahan penyebaran dan mengurangi dampak COVID-19,” kata Saunders.

“Saya dengan rendah hati meminta para donor, apakah pemerintah, badan atau individu untuk membantu UNRWA menghadapi apa yang bisa menjadi bencana dengan proporsi yang tidak masuk akal, di berbagai tempat seperti Gaza dan Suriah”. tambahnya

COVID-19 bisa mengancam siapa saja. Dan untuk daerah berpenduduk padat seperti Gaza, yang sudah dilemahkan oleh blokade bertahun-tahun, ini bisa menjadi bencana. Gaza sama sekali tidak memiliki sumber daya dan sarana untuk menghadapinya.

“Segala kontribusi diterima dengan penuh syukur. Setiap sen akan membuat perbedaan,” kata Saunders.. (T/Mee/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)