UNRWA Hadapi Defisit Anggaran 120 Juta Dolar AS

Ramallah, MINA – Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan pada Sabtu (7/9), mereka menghadapi defisit 120 juta Dolar AS dalam anggaran tahun ini.

Juru bicara UNRWA Sami Mshasha mengatakan kepada radio Voice of Palestine, meskipun ada kekurangan keuangan tetapi upaya untuk membubarkannya gagal dan UNRWA berhasil melaluinya, demikian WAFA melaporkan.

“UNRWA berhasil memulai tahun sekolah baru dan terus memberikan layanan dalam kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial di lima wilayah operasinya yang meliputi Tepi Barat, Jalur Gaza, Yordania, Suriah dan Lebanon,” ucap Mshasha.

Ia mengatakan, UNRWA bersama  Pemerintah Palestina, Yordania dan Arab Saudi  mengumpulkan dukungan politik,  keuangan dan agar PBB memperbarui mandatnya dalam tiga tahun ke depan.

“Upaya-upaya ini penting untuk membantu UNRWA terus memberikan layanan kepada para pengungsi,” katanya.

Mshasha juga mengatakan, UNRWA berkomitmen untuk bekerja sama dengan komite yang menyelidiki dugaan korupsi di organisasi itu, tetapi harus ada pemisahan antara korupsi di UNRWA dan memperpanjang mandatnya, yang digunakan oleh beberapa negara untuk tujuan politik.

“Ada beberapa kesalahan hukum dan administrasi dalam pekerjaan UNRWA, tetapi upaya untuk mengakuratkan data mengenai jumlah pengungsi dan mengenai definisi siapa yang menjadi terus dilakukan,” katanya.

Ia menyebut upaya Amerika Serikat dan Israel secara dramatis memotong jumlah pengungsi Palestina di seluruh dunia, menuju menghapus masalah pengungsi Palestina dari konflik dengan Israel.

Donor terbesar untuk UNRWA sebelum im, Amerika Serikat yang membantu 300 juta Dolar AS per tahun, tahun lalu memberhentikan dukningannya untuk organisasi kemanusiaan UNRWA.

Hal itu dipandang sebagai upaya untuk menghilangkan masalah pengungsi dan menguntungkan Israel.

Saat ini ada lebih dari lima juta pengungsi Palestina di seluruh dunia yang terdaftar di UNRWA. (T/Ais/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)