UNRWA, Jepang Rayakan Selesainya Pembangunan Jaringan Limbah di Kamp Pengungsi Palestina

Ramallah, MINA – Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), dan Pemerintah Jepang pada Rabu (22/9) merayakan selesainya Pembangunan Jaringan Limbah di Kamp Pengungsi Aqbat Jabr Palestina di Tepi Barat.

Upacara tersebut dihadiri oleh Duta Besar Jepang untuk wilayah Palestina, Masayuki Magoshi, Direktur Urusan UNRWA di Tepi Barat Gwyn Lewis, Yasr abu Kishk dan Kanaan Al Jamal mewakili Departemen Urusan Pengungsi (DoRA), Gubernur Jihad Abu AlAsal, dan Walikota Salem Al Grouf Walikota, serta perwakilan masyarakat setempat, WAFA melaporkan.

“Proyek ini akan secara drastis meningkatkan keadaan penghuni kamp pengungsi Aqbat Jabr dengan berkontribusi secara signifikan pada infrastruktur di kamp pengungsi; dan pengelolaan air limbah,” kata Duta Besar Jepang Magoshi dalam sambutannya.

Ia mengatakan, proyek ini merupakan bagian integral dari infrastruktur dalam upaya mengurangi ancaman terhadap kesehatan masyarakat, dan menjaga lingkungan, terutama di bawah krisis COVID-19 saat ini.

“Melalui upaya ini, kami berkontribusi untuk memperbaiki lingkungan di daerah tersebut dan melindungi sumber daya alam yang berharga. Dalam hal ini, kami juga mendukung pembangunan jaringan pembuangan limbah di kamp pengungsi Ein Sultan bekerja sama dengan UNRWA,” ujarnya.

Direktur Urusan UNRWA di Tepi Barat, Gwyn Lewis berterima kasih kepada Jepang atas dukungan berkelanjutan mereka kepada para pengungsi Palestina,

“Berkat kontribusi yang murah hati ini, dan dengan bekerja sama dalam fase satu dan dua proyek, kami telah mampu menghubungkan 1.236 rumah tangga ke sistem pembuangan limbah Yerikho,” kata Gwyn Lewis.

Lewis mengatakan, ini merupakan pencapaian yang signifikan dan diterjemahkan ke dalam perbaikan nyata dalam kehidupan sehari-hari para pengungsi Palestina yang tinggal di Aqbat Jabr.

Kepala komite layanan kamp Aqbet Jabr Jamal Awadat menyampaikan rasa terimakasihnya kepada UNRWA dan Jepang atas proyek yang dibangun di kamp tersebut.

“Hal terpenting tentang proyek ini adalah proyek ini datang tepat waktu, karena orang-orang mulai membuat limbah sembarangan, yang mulai berdampak negatif pada peningkatan kesehatan di kamp, dan mengurangi ruang yang bisa digunakan penduduk jika rumah mereka terhubung ke sistem saluran pembuangan,” ujarnya.

Melalui perjanjian hibah sebesar $6,2 juta, proyek ini memungkinkan pembangunan sekitar 54 km jaringan saluran air limbah tahap dua, yang terhubung ke tiga lubang got utama sistem saluran pembuangan Jericho, diikuti dengan sambungan 748 rumah tangga di kamp Aqbet Jabr.

Proyek ini adalah fase kedua dari kolaborasi penting, dan berarti bahwa sebagian besar kamp sekarang terhubung ke saluran pembuangan limbah utama.

Terhubungnya sebagian besar rumah tangga ke sistem jaringan pembuangan limbah yang berfungsi dan berkelanjutan pada akhirnya akan meningkatkan kesehatan, lingkungan, kualitas hidup dan kondisi kehidupan bagi 9.803 pengungsi Palestina yang tinggal di dalam kamp. (T/R6/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

=====
Ingin mendapatkan update berita pilihan dan info khusus terkait dengan Palestina dan Dunia Islam setiap hari dari Minanews.net. Yuks bergabung di Grup Telegram "Official Broadcast MINA", caranya klik link https://t.me/kbminaofficial, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.