UNRWA: Kami Mampu Atasi Defisit Terbesar Dalam Sejarah

Gaza, MINA – Pierre Krähenbühl, Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Bantuan dan Pekerjaan bagi Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan, lembaganya mampu mengatasi defisit terbesar dalam sejarah, tercatat ada sejumlah kepuasan yang dicapai dari upaya ini.

Hal itu ia sampaikan saat konferensi pers yang diadakan di markas besar UNRWA di Gaza, Selasa (11/12), demikian Palinfo melaporkan.

Ia menyatakan, sekitar 40 negara dan lembaga telah mengajukan diri untuk membantu menutup defisit anggaran UNRWA.

Tahun ini, pemerintah Amerika Serikat (AS) berdonasi AS$ 60 juta dari yang seharusnya AS$ 360 juta, dan menyatakan tahun 2019 tidak akan memberikan dana bantuannya sama sekali untuk UNRWA.

Krähenbühl mengungkapkan, 19 negara telah menandatangani perjanjian untuk memberikan dukungan keuangan kepada UNRWA.

Dia menambahkan, para donatur mencoba untuk mempertahankan tingkat pendanaan yang mereka berikan kepada UNRWA tahun ini dan tahun depan.

Negara-negara itu berharap UNRWA tetap memberikan layanan untuk kelanjutan sekolah, pendidikan, layanan kesehatan dan layanan lainnya.

“Kami telah berhasil mengurangi defisit anggaran UNRWA dari AS$ 446 juta menjadi hanya $ 21 juta,” katanya.

Dia menjelaskan, UNRWA mampu mempertahankan sebagian besar pekerjaan dan layanannya di lima wilayah operasinya.

Ia juga berterima kasih kepada semua donatur dan mitra yang telah membantu.

“Kami tidak akan menyerah dan akan terus memberikan energi untuk mencapai tujuan kami,” ucapnya.

“Kami memahami kekecewaan keluarga yang rumahnya hancur pada tahun 2014 dan kami berusaha merekonstruksi rumah-rumah itu, kami berjanji akan terus memiliki prioritas bagi para donor untuk membangun rumah yang hancur,” katanya.

Dia menunjukkan ada dukungan besar dari komunitas internasional untuk UNRWA dan mandat yang dilindungi oleh Majelis Umum PBB dan anggotanya. (T/Ais/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)