UNRWA Kecam Pembunuhan 10 Warga Sipil di Kamp Aleppo

Damaskus, MINA – Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) mengecam pembunuhan 10 warga sipil di Kamp Pengungsi Neirab, Aleppo, ketika pada Selasa malam (14/5), sekeluarga berkumpul untuk makan sahur Ramadhan, beberapa roket menghantam mereka.

Serangan di Neirab, kamp berpenduduk padat para pengungsi Palestina di Aleppo, juga mengakibatkan sedikitnya sepuluh warga sipil dan melukai lebih dari tiga puluh lainnya. PNN melaporkan.

Di antara mereka yang tewas adalah empat anak, yang termuda baru berusia enam tahun. Sejumlah korban luka masih dalam kondisi kritis.

Situasi keamanan yang semakin memburuk telah memaksa UNRWA untuk menangguhkan enam sekolah yang dijalankan di dalam kamp, yang berdampak pada lebih dari 3.000 anak.

Pemakaman berlangsung sepanjang Selasa malam. Toko-toko dan layanan tutup pada hari Rabu sebagai hari berkabung.

UNRWA menyerukan semua pihak dalam konflik untuk mematuhi kewajiban mereka di bawah hukum humaniter internasional, yaitu dalam mengambil semua tindakan pencegahan untuk memastikan perlindungan warga sipil selama permusuhan.

Peningkatan dramatis permusuhan di Suriah barat laut membuat UNRWA prihatin dengan sekitar 10 ribu hingga 20 ribu pengungsi Palestina mengungsi di daerah itu.

“Kami menyeru semua aktor kemanusiaan lainnya di Suriah untuk mengakhiri penderitaan warga sipil yang mengerikan,” ujarnya.

Kamp Neirab terletak 13 kilometer di sebelah timur Aleppo dan merupakan salah satu kamp paling padat bagi pengungsi Palestina di Suriah.

Ini adalah rumah bagi sekitar 18.000 penduduk dan telah dipengaruhi oleh berbagai tingkat permusuhan selama konflik selama delapan tahun ini.

Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah besar pengungsi telah mencari perlindungan di dalam kamp, ​​banyak dari mereka melarikan diri dari kamp Ein el Tal yang hancur di tahun 2013. (T/RS2/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)