UNRWA: KEJAHATAN POLITIK PADA PENGUNGSI PALESTINA HARUS DITINDAK TEGAS

Komisaris Jenderal United Nations Relief And Works Agency (UNRWA), Pierre Krähenbühl (Foto: UNRWA)
Komisaris Jenderal United Nations Relief And Works Agency (UNRWA), Pierre Krähenbühl (Foto: UNRWA)

Amman, 27 Muharram 1436 H/20 November 2014 M (MINA) – Komisaris Jenderal United Nations Relief And Works Agency (UNRWA), Pierre Krähenbühl, mengatakan, tekanan pada Palestina dan pengungsi Palestina serta ancaman bagi kehidupan mereka sangat besar.

“Di wilayah yang paling tidak stabil ini, aksi-aksi kejahatan politik bisa saja terjadi dan harus ditindak tegas,” katanya pada pertemuan Komisi Penasehat Badan di Laut Mati yang menyatukan negara-negara donor dan pemerintah tuan rumah. United Nations Relief And Works Agency (UNRWA) melaporkan dan dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis (20/11).

Ia juga menyesalkan lambatnya proses rekonstruksi di Gaza dan pembangunan di wilayah itu yang sebagian besar tidak efektif.

“Di Gaza sekarang, meskipun baru awal, proses rekonstruksi terbukti terlalu lambat dan sebagian besar tidak efektif,” kata Krähenbühl.

Ia  menegaskan, proses pembangunan di Gaza harus terus dilakukan mengingat dalam waktu dekat, daerah ini akan mengalami musim dingin. Menurutnya, rakyat Palestina harus mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari yang sekarang.

“Dengan tidak adanya kemajuan dalam membangun kembali rumah-rumah, maka masih banyak pengungsi, termasuk mereka yang masih mengungsi di sekolah-sekolah UNRWA. Rekontruksi ini harus terus dilakukan, kita akan mencapai musim dingin, orang-orang di Gaza layak mendapatkan jauh lebih baik dan lebih dari itu,” tegasnya.

Krähenbühl mengatakan kepada para delegasi dalam pertemuannya di Amman, ia menyambut baik Konferensi Donor Kairo dan janji yang telah dibuat untuk membantu rekonstruksi Gaza.

Pada saat yang sama, ia juga mendesak untuk merealisasikan apa yang telah dirumuskan pada Konferensi Donor di Kairo beberapa waktu lalu itu.

Selain itu, ia menyambut baik kunjungan Perdana Menteri Palestina Rami Hamdullah ke Gaza pada Oktober lalu.

Ia mengatakan, kepemimpinan pemerintah persatuan  nasional yang ada sekarang diperlukan untuk memastikan bahwa rekonstruksi dapat berlangsung. “Israel juga harus mengizinkan masuknya bahan-bahan bangunan yang dibutuhkan untuk dibawa ke Gaza,” katanya.(T/P011/P2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Comments: 0