UNRWA Serukan Bantuan Tambahan 60 Juta Dolar AS untuk Gaza

Gaza City, MINA – Badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, mengatakan, setengah dari warga Palestina di Jalur Gaza yang diblokade tergantung pada bantuan makanan.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin (13/5), UNRWA menyerukan untuk memberikan tambahan 60 juta dolar AS pada bulan Juni, agar membantu badan tersebut memberikan bantuan kepada lebih dari satu juta penduduk warga Palestina di Gaza.

“Kurang dari 80.000 warga Palestina yang menerima bantuan sosial UNRWA di Gaza pada tahun 2000, saat ini ada lebih dari satu juta orang yang membutuhkan bantuan makanan darurat,” tulis pernyataan UNRWA itu, demikian dilansir Anadolu Agency.

UNRWA menjelaskan bahwa sekarang ada sekitar 620.000 warga Gaza hidup dalam kemiskinan yang menyedihkan, mereka yang tidak dapat memenuhi kebutuhan makanan pokok, dan yang harus bertahan hidup dengan 1,6 dolar AS per hari serta hampir 390.000 orang miskin absolut.

Direktur Operasi UNRWA di Gaza Matthias Schmale menyalahkan blokade Israel yang telah berlangsung selama 12 tahun untuk kondisi kehidupan yang memburuk di wilayah tersebut.

“Ini adalah peningkatan hampir sepuluh kali lipat yang disebabkan oleh blokade yang mengarah pada penutupan Gaza dan dampak bencana pada ekonomi lokal. Konflik berturut-turut telah meruntuhkan seluruh lingkungan dan infrastruktur publik runtuh, dan juga krisis politik internal Palestina yang sedang berlangsung,” katanya.

Sebuah laporan PBB 2017 memprediksikan bahwa Gaza, rumah bagi hampir dua juta warga Palestina, tidak akan hidup pada tahun 2020.

“Hari ini, dengan tingkat pengangguran lebih dari 53 persen di antara populasi Gaza dan dengan lebih dari satu juta orang bergantung pada pembagian makanan UNRWA secara triwulanan, sebagian besar tindakan kemanusiaan preventif dari badan-badan PBB, termasuk UNRWA, dan pengiriman uang dari luar negeri yang telah menahan Gaza dari negara tersebut telah diambang kehancuran total,” kata UNRWA.

Sejak 2008, Israel telah meluncurkan tiga perang destruktif di Jalur Gaza, menewaskan ribuan warga Palestina dan meninggalkan jejak kehancuran yang luas di seluruh Jalur Gaza. (T/Ais/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)