UNRWA Tolak Ancaman Walikota Tutup Akses Bantuan di Yerusalem

UNRWA

Ramallah, MINA – Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menolak ancaman Walikota Pendudukan Israel Nir Barkat untuk menutup akses bantuan di Yerusalem.

Juru bicara UNRWA Sami Mushasha mengatakan, Kamis (18/10), ancaman itu cukup mengkhawatirkan, tapi tidak akan mengubah fakta di lapangan, demikian Wafa melaporkan yang dikutip MINA.

“Kami tidak akan mengubah fakta di lapangan karena UNRWA ada berdasarkan resolusi internasional dan perjanjian bilateral yang mengikat,” katanya.

Ia mengatakan, UNRWA akan melanjutkan mandatnya di Yerusalem Timur untuk beroperasi dan akan terus memberikan layanan kepada para pengungsi Palestina yang diduduki terlepas dari ancaman Israel itu.

Sebelumnya Barkat menyerahkan kepada komite dari Parlemen Israel rencana untuk mengakhiri bantuan bagi UNRWA di Yerusalem dan mengembalikan layanan kesehatan serta pendidikan kepada pemerintahan kota.

Selama ini UNRWA menjalankan lima sekolah dan klinik di Yerusalem Timur yang menyediakan layanan bagi sekitar 100.000 pengungsi di kota dan daerah sekitarnya serta beroperasi di kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat, Jalur Gaza, Yordania, Libanon dan Suriah.

UNRWA dibentuk pada bulan Desember 1949 oleh resolusi PBB untuk menyediakan layanan kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial kepada sekitar 700.000 warga Palestina yang dipaksa keluar dari tanah mereka ketika Israel menduduki wilayah itu pada 1948.

Israel semakin berani dalam gerakannya melawan UNRWA setelah Pemerintah AS menghentikan pendanaan badan PBB itu mulai tahun ini, yang mengakibatkan defisit serius dalam anggarannya karena AS adalah donor terbesar dengan kontribusi tahunan lebih dari AS $ 360 juta.

Palestina percaya langkah AS yang sesuai dengan upaya Israel, dimaksudkan untuk membubarkan badan PBB UNRWA agar mengakhiri masalah pengungsi di wilayah itu. (T/ais/P01)

Mi’raj News Agency (MINA)