Upaya Bersama Mengantisipasi dan Mengurangi Dampak Bencana

(Foto: Istimewa)

Oleh: Moehammad Amar Ma’ruf, Kuasa Usaha Ad Interim pada Kedutaan Besar Repulik Indonesia di Tripoli-Libya

Dalam kurun waktu empat bulan ke belakang, dunia dihadirkan kembali dengan suatu tantangan global berupa bencana penyebaran virus corona. Tantangan ini pun semakin memperberat permasalahan manusia, khususnya di wilayah-wilayah negara yang sedang dirudung kedukaan lain akibat peperangan yang hingga kini belum nampak usai.

Sungguh kita selayaknya melihat peristiwa yang terjadi sebagai suatu momen refleksi bagi penguatan kerja sama untuk menyudahi segala bentuk perselisihan yang sering kali mengabaikan aspek perlindungan dan keselamatan jiwa manusia yang secara universal menjadi tanggung jawab kita semua sebagai individu dunia.

Sebagai satu entitas masyarakat internasional, perwakilan RI di Tripoli-Libya bersama bangsa Libya pada khususnya mengamati dengan seksama dan berupaya berempati bahwa sungguh berat permasalahan dunia saat ini, khususnya di negeri yang sedang dilanda konflik. Terlebih lebih permasalahan tersebut menyangkut bagaimana menyelamatkan sekaligus melindungi segenap bangsa yang terdiri dari jiwa-jiwa yang terdiri dari berbagai  tingkatan umur yang rentan di dalam melindungi dirinya sendiri, khususnya di kalangan orang lanjut usia, perempuan/ibu hamil, anak-anak serta bayi.

Dalam situasi seperti saat ini, dimana masih sering terjadi kesalahpahaman antara satu dengan yang lain yang dapat memperkeruh dan mempersulit upaya yang tengah dilakukan oleh pimpinan pimpinan/penguasa negara terkait untuk berdamai.

Apalagi sampai terdengar adanya campur tangan asing yang dipandang dapat mempersulit upaya perdamaian ini. Sementara hal ini belum menampakkan penyelesaian bertambah lagi cobaan bagi masyarakat global ini dengan pandemik yang mematikan,  yakni Coronavirus 19 (COVID19), maka selayaknya diri-diri pribadi mengambil momen reflektif untuk kepentingan yang lebih mulia, menyelamatkan dan melindungi jiwa dari bencana-bencana nonalam ini.

Menyadari kondisi tersebut, perwakilan RI di Tripoli berupaya terus bersama para tokoh pemuda dan masyarakat Libya juga bersama para pimpinan perwakilan negara sahabat dan anggota masyarakat internasional duduk bersama secara virtual membicarakan langkah dan kegiatan apa yang sangat diperlukan.

Salah satu bentuknya adalah mendorong terbentuknya media komunikasi kerja sama dalam bentuk komunikasi virtual melalui media sosial berkolaborasi dengan media media mainstream yang ada untuk memperluas jaringan dan cakupannya.

Saluran komunikasi yang bersifat informal dan sukarela ini kita namakan Combatting Covid19 Volunteer Whatsapp Group. Dalam situasi seperti ini, hubungan virtual semakin memberikan arti positif bagi upaya mengurangi beban permasalahan yang dihadapi saat ini.

Media ini bertujuan untuk saling menyampaikan doa, perhatian dan saran serta pandangan sebagai bentuk dorongan moril untuk kita semua.

Patut disyukuri, para anggota group pun kini memanfaatkan perkembangan penanganan bencana di masing-masing tempat untuk diambil aspek positifnya oleh pihak lain. Hal ini ditandai dengan komunikasi yang tercipta mengarah kepada ide-ide/gagasan teknis yang ditandai dengan adanya keinginan masing-masing anggotanya baik itu mereka yang sebagai kapasitas pimpinan Kepala Perwakilan diplomatik asing di Libya yang berasal dari benua Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika dan organisasi internasional yang ada di Libya juga anggota parlemen, pemerintahan serta pengurus organisasi kepemudaan dan masyarakat Madani, untuk berbagi karya/aplikasi teknologi tepat guna bagi masyarakat banyak.

Beberapa hal yang menarik yang disampaikan oleh para anggota  sukarela Group WA CC19 ini adalah berbagi doa dan harapan yang sama bahwa COVID-19 dapat segera hilang seraya menumbuhkembangkan hidup yang lebih sehat berdasarkan kaidah agama yang sangat dalam yang menuntun hidup manusia untuk senantiasa didasarkan kepentingan utama untuk melindungi keselamatan dan kebersihan jiwa.

Bilik Pembersihan Secara Cepat (Rapid Disinfectan Cluster) yang diciptakan oleh teknisi lokal dari berbagai negara, antara lain dari Libya dan Indonesia.(Foto: Istimewa)

Sangat menarik di sini adalah terfasilitasinya ide-ide menarik dengan suatu karya berupa produk-produk teknik yang bermanfaat dan berdaya guna (applied technology product) paling tidak untuk mengurangi penyebaran wabah COVID-19 seperti Bilik Pembersihan Secara Cepat (Rapid Disinfectan Cluster) yang diciptakan oleh teknisi lokal dari berbagai negara, antara lain dari Libya dan Indonesia.

Produk yang dihasilkan tersebut benar-benar memperlihatkan bahwa sumber daya manusia adalah sumber utama yang perlu mendapatkan perhatian oleh kita semua, apapun kapasitas kita. Gambar produk sebagai terlampir.

Produk ini diciptakan oleh Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (ILUNI FTUI). Para teknisi berkomitmen untuk berbagi ilmu tentang pembuatan produk ini. (Tweeter: ILUNIFT; Facebook: ILUNI Teknik ; Instagram: @iluniftui dan Website: www.iluniftui.id)

Dalam konteks inilah perpektif perlindungan dan keselamatan jiwa adalah segalanya dan utama yang mengharuskan kita untuk senantiasa berupaya sekuat mungkin turut menyelamatkan jiwa-jiwa manusia dengan memperhatikan keberlanjutan dari simpul-simpul pencetak dan penerus/generasi bangsa dan segenap infrastrukturnya.

Untuk itu,sungguhlah sangat menyedihkan apabila kita lihat dan temukan simpul-simpul tersebut diabaikan bahkan dihancurkan secara sengaja bahkan terrencana dengan dalih yang tersembunyi. Yang tiada lain adalah untuk menguasai kekayaan sumber daya alam dan egoisme semata.

Situasi tersebut sangat menyedihkan namun masih banyak masyarakat di belahan dunia ini yang merasakan dan menghadapi.  Ini sangat mengkhawatirkan. Ini pun dapat dipicu oleh ketimpangan pertumbuhan penduduk dengan ketersediaan sumber daya alam yang terbatas dan diperparah lemahnya penegakkan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dan pengembangan energi-energi alternatif.

Menyikapi hal tersebut, Perwakilan RI di Tripoli pun membuka diri bagi berbagai elemen bangsa yang ada di negeri akreditasi Libya ini dan juga dengan lembaga perwakilan asing dan organisasi internasional untuk berbagi ide terbaik dari para pemangku kepentingan kita masing-masing guna membuka kesempatan yang lebih luas ide-ide/gagasan serta karya-karya terbaik anak bangsa.

Tujuannya satu yakni kita saling membuka dialog dalam rangka saling berbagi untuk keselamatan dan perlindungan jiwa manusia sebagai aset bangsa, tidak hanya bangsa kita saja tetapi juga dunia.

Dalam kaitan ini, Perwakilan RI di Tripoli pun turut mensosialisasikan dan mendorong terwujudnya hubungan orang per orang (people to people contacts) yang konstruktif bagi perkembangan dan pengelolaan sumber daya manusia.

Perwakilan RI di Tripoli juga mendorong adanya kerja sama teknik dan pelatihan teknik yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung untuk mendukung pertumbuhan dan pembangunan ekonomi negara akreditasi.

Seiring dengan tersebut di atas, Perwakilan RI di Tripoli Libya senantiasa menyegarkan diri terhadap komitmen Perwakilan RI ini di luar negeri untuk senantiasa  memperkuat pengertian dan makna dari keberadaan Perwakilan RI di Luar Negeri untuk menjadi bagian positif dari pembangunan nasional dan juga pembangunan negara akreditasi.

Dalam konteks ini Perwakilan berupaya sekuat tenaga untuk menjadi garda terdepan untuk melakukan antisipasi dan berkolaborasi terhadap tantangan yang bersifat intermistik atau lintas batas seperti konflik, narkotika, penyebaran  penyakit yang  masih menjadi perhatian Pemerintah kita, negara setempat dan dunia.

Dalam kaitan ini pula selain berupa menyebarkan nilai-nilai positif dari tanah air sebagai model terbaik untuk disebarkan/dipromosikan di negeri akreditasi, Perwakilan kita juga senantiasa menghargai kearifan lokal yang pastinya dimiliki oleh masing-masing bangsa dan negara serta menjadi cerminan dan rujukan untuk kita di dalam mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan dan menyebarkan keselamatan.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melindungi kita semua warga Indonesia, Libya dan warga dunia lainnya.

Wassalam

Tripoli, 26 Maret 2020.

(AK/R1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)