Update: Jumlah Korban Agresi Israel di Gaza Meningkat

Seorang warga Gaza menunjukkan kerusakan pada rumahnya akibat serangan udara Israel yang dilancarkan sejak Jumat sore (5/8/2022).(Foto: Istimewa)

Gaza, MINA – Koresponden MINA di Jalur Gaza, M Shaaban melaporkan, Sabtu malam (6/8), jumlah korban agresi Israel di Jalur Gaza Palestina yang dilancarkan sejak Jumat (5/8) hingga kini terus meningkat, menjadi 17 warga Palestina wafat, dan lebih dari 125 lainnya terluka.

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, seorang wanita tua Palestina meninggal dalam serangan Israel di dekat kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara, setelah seorang wanita lain terbunuh sebelumnya, dan lainnya terluka.

Menurut sumber lokal, wanita tersebut gugur dalam kendaraan sipil di dekat pos pemeriksaan Beit Hanoun di Jalur Gaza utara, saat membawa pengantin wanita ke rumah suaminya.

Dua warga sipil Palestina juga tewas dan lainnya terluka, termasuk alami luka serius, dalam pemboman Israel di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan.

Hingga berita ini diturunkan, menurut laporan Days of Palestine, di antara warga Gaza Palestina yang terbunuh, sekitar setengahnya adalah anak-anak dan wanita, yaitu seorang gadis berusia lima tahun, seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun, dan seorang wanita tua.

Sejak Jumat sore, Jalur Gaza telah menjadi sasaran agresi terus menerus oleh pasukan otoritas pendudukan Israel, ketika pesawat-pesawat tempur meluncurkan beberapa serangan rudal di wilayah-wilayah terpisah di Jalur Gaza.

Kendaraan lapis baja Israel juga menembakkan sejumlah peluru artileri yang menargetkan warga sipil Palestina di lingkungan perumahan dan lahan pertanian, yang menyebabkan kematian dan cedera banyak orang, serta menyebabkan kerugian material pada bangunan tempat tinggal, properti, dan infrastruktur.

Jalur Gaza, Palestina yang berbatasan langsung dengan Mesir melalui perbatasan Rafah, masih berada dalam blokade darat, udara, dan laut oleh Israel selama 16 tahun.(L/K2/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)