UPQ Targetkan Cetak 420 Ribu Mushaf Al-Quran Tahun Ini

Bogor, MINA – Unit Percetakan Al-Quran (UPQ) di bawah Kementerian Agama (Kemenag) yang berlokasi di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menargetkan untuk mencetak mushaf Al-Quran sebanyak 420 ribu sepanjang tahun 2021.

“Tahun 2021 ini insya Allah kita menargetkan mencetak 420 ribu mushaf dengan rincian mushaf Al-Quran 400 ribu dan Al-Quran dan Terjemah 20 ribu,” kata Kepala UPQ Jamaludin M Marki, Senin (22/2).

Jamaludin mengungkapkan, sampai tahun 2020, UPQ sudah mencetak sebanyak 1.714.000 mushaf dengan berbagai tipe, mulai dari mushaf Al-Quran, Al-Quran dan Terjemah, Juz Amma dan Terjemah, dan Surah Yaasin. Jumlah tersebut adalah kumulatif sejak lembaga itu beroperasi pada 2016 lalu.

“Kita juga diizinkan atau menerima cetakan order dari masyarakat luar, artinya melalui PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Kita sudah mendapat izin dari Menteri Keuangan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2018 tentang PNBP di Kementerian Agama. Salah satu poin dari Perpres tersebut adalah berkaitan dengan percetakan Al-Quran,” urainya.

Jamaludin mengaku, keterbatasan mesin cetak di UPQ sempat membuat jumlah target cetak pada tahun-tahun sebelumnya sedikit terhambat. Meski demikian, UPQ tetap berhasil mencetak permintaan dari masyarakat umum.

Beberapa cetakan Al-Quran yang telah rampung seperti mushaf Al-Quran terjemahan bahasa Mandarin sejumlah 1.000, mushaf Al-Quran LPMQ (Lajnah Pentashih Mushaf Al-Quran) sejumlah 3.000, Juz Amma Al-Bantani, terjemahan bahasa Palembang sejumlah 500. Saat ini, kata dia, UPQ mengerjakan terjemahan Al-Quran dalam bahasa Sunda.

“Ke depan ini menjadi upaya pemerintah dalam mengakomodir, karena melihat banyak penerbit di Indonesia tidak memiliki percetakan. Dari data Lajnah, hanya ada sekitar 10 persen jumlah penerbit yang memiliki percetakan sendiri. Tapi selebihnya, tidak memiliki percetakan sendiri. Ini bagaimana solusinya pemerintah menyiapkan lembaga yang siap mengakomodir percetakan Al-Quran,” tuturnya.

Jamaludin menerangkan, untuk konten maka menjadi tanggung jawab pihak penerbit. UPQ, kata dia, hanya mencetak. Itu sudah menjadi tawaran dari aspek bisnisnya.

“Sekarang Pemda-Pemda pun mulai berlomba-lomba menganggarkan untuk mencetak Al-Quran sesuai dengan ciri khas budaya dan tradisi daerahnya seperti dari tampilan kover yang menggambarkan corak budaya masing-masing,” pungkasnya. (L/R2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)