Ustaz Afta: Ramadhan Beri Asupan Gizi Jiwa dan Akal

Jakarta, MINA – Ali Farkhan Tsani, biasa disapa Ustaz Afta, mengatakan, Ramadhan merupakan bulan pemberian asupan gizi bagi jiwa dan akal orang-orang beriman.

Ia menggambarkan manusia terdiri dari tiga bagian, raga, jiwa dan akal, yang ketiganya harus diberi makanannya masing-masing, ujarnya pada Kajian Ramadhan di Masjid At-Taqwa Riyasah Tomang, Jakarta Barat, Selasa malam (6/6/2018).

“Jika raga asupannya adalah makanan yang halalan thayyiban, maka jiwa asupannya adalah amaliyah ibadah, dzikrullah, istighfar, shalawat, tadarus Al-Quran, berdoa, dan muhasabah i’tikaf,” ujar Pengasuh Ma’had Tahfidz Daarut Tarbiyah Indonesia (DTI) tersebut.

Ia menambahkan, adapun asupan bagi akal adalah dengan banyak membaca buku-buku, terutama tafsir, sirah, dan buku-buku keislaman. Di samping itu dengan mentafakuri fenomena alam, dan mentadaburi kejadian yang dialami untuk diambil hikmahnya.

“Raga boleh hancur setelah manusia mati, dan dikubur di dalam tanah. Tapi jiwa masih tetap abadi. Jiwa yang abadi inilah yang kita prioritaskan terutama pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan ini,” ujar Afta, yang juga Penulis tetap di Kantor Berita Islam MINA (Mi’raj News Agency).

Sehingga, lanjutnya, orang-orang yang berpuasa akan selesai pada akhir Ramadhan meraih gelar ‘Sarjana Taqwa’.

“Gelar takwa adalah gelar tertinggi di sisi Allah untuk hamba-hamb-Nya, dan itulah tujuan puasa Allah wajibkan pada orang beriman,” ujarnya mengutip Surat Al-Baqarah ayat 183.

Termasuk untuk menyuburkan jiwa adalah dengan menjalin kasih sayang, persaudaraan dan solidaritas sesama umat Muslim dan manusia secara umum.

“Termasuk untuk menjaga jiwa kemanusiaan adalah menunjukkan solidaritasnya untuk mendukung perjuangan pembebasan Al-Aqsha dan Palestina, serta peduli terhadap manusia tertindas,” ujarnya.

Jadikanlah, ibadah puasa Ramadhan dan rangkaiannya sebagai upaya mengubah jalan hidup menjadi lebih baik, lurus dan istiqamah lagi, imbuhnya. (L/RS2/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments: 0