Ustaz Muzammil: Dengan Kembali kepada Al-Quran, Kita Bisa Kembalikan Perabadan

Jakarta, MINA – Qari sekaligus dai ternama Tanah Air Ustaz Muzammil Hasballah menegaskan, hanya dengan kembali kepada Al-Quran, umat Islam bisa mengembalikan peradaban.

Hal tersebut dia sampaikan saat mengisi acara kajian online bersama Laznas PPPA Daarul Qur’an dengan tema “Qur’an is My Live” pada Jumat (18/9) sore.

Laznas PPPA Daarul Qur’an dan Ustaz Muzammil kali ini berkolaborasi mengangkat kembali tema Al-Quran dengan harapan dapat menyasar anak-anak milenial agar mereka semakin dekat dengan Al-Quran.

Kajian secara online guna menghindari kerumunan jamaah secara langsung dan mentaati peraturan pemerintah terkait protokol kesehatan Covid-19 dan terkait larangan menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Dalam kajiannya, Ustaz Muzammil menyayangkan sikap generasi muda yang belum mencerminkan kebangkitan Islam. Sebab menurutnya anak-anak muda zaman sekarang lebih tertarik dengan hiburan dibandingkan dengan ilmu pengetahuan.

“Kan, anak-anak sekarang sukanya drama setingan, prank nggak jelas, musik-musik yang melalaikan, itu yang masih mendominasi trending topik kita hari ini. Bukan ilmu pengetahuan, bukan ceramah ulama, kajian,” ungkapnya serius.

Ia pun menjelaskan, kebangkitan peradaban tak dapat dicapai jika masyarakat belum sadar akan hal ini. “Makanya bangkitnya peradaban masih jauh kalau masyarakatnya masih mencintai hiburan daripada ilmu pengetahuan, maka kesadaran ini harus dimulai dari kita,” tutur pria asal Aceh tersebut.

Setelah mengulas kebiasaan anak-anak muda yang menurutnya masih perlu perbaikan, Ustaz Muzammil pun menawarkan solusi bersama untuk kepentingan umat yakni dengan kembali kepada Al-Quran. Meskipun hal itu tidak dapat dilakukan dengan instan, melainkan dengan pengorbanan dan perjuangan yang keras dari berbagai pihak.

“Hanya dengan kembali kepada Quran, kita bisa mengembalikan peradaban, ini bukan kerjaan sehari dua hari, bicara peradaban itu adalah bicara hal yang lama,” tukas lulusan Institut Teknologi Bandung itu.

Tak tanggung-tanggung, ia pun mengingatkan kepada para peserta kajian agar menjadi pelopor perubahan tersebut. Caranya dengan mendidik anak-anak dan keturunan agar kelak mereka dapat mengenal Allah dan Al-Qur’an terlebih dahulu sebelum dikenalkan dengan hal-hal berbau duniawi.

“Temen-temen yang menyimak hari ini, mari niatkan generasi setelah kita, penerus kita, anak-anak kita, pastikan mereka mengenal Allah sejak kecilnya, jadi salih sebelum besarnya, jadi ahlul Qur’an sebelum dewasanya, karena mengubah anak yang sudah dewasa yang terlanjur belum sholih sejak kecil itu rumit,” pungkasnya.

Sebelum menutup kajian, Ustaz Muzammil mengutip wasiat ulama dengan berkata, “Kata ulama, didiklah anak menjadi sholih sebelum besarnya, karena itu aset, aset untuk peradaban. Didik dengan Qur’an, harus dengan urutan yang benar, makanya kita perlu belajar terus dari ulama.” (R/R1/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)