Utusan Khusus ASEAN Pertimbangkan Kunjungan Ketiga ke Myanmar

Phnom Penh, MINA – Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar Prak Sokhonn mempertimbangkan akan mengadakan knjungan ketiga kalinya ke Myanmar September mendatang.

“Saya telah mempertimbangkan untuk melakukan kunjungan ketiga saya ke Myanmar pada awal September, jika antara sekarang ada kemajuan positif di sana, tak ada lagi eksekusi,” katanya dalam konferensi pers di Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Kamboja, Ahad pagi (7/8). Khmer Times melaporkan.

Prak Sokhonn, yang juga Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Kamboja menegaskan, negaranya tidak akan menyerah soal Myanmar. Namun semua harus melalui Five Points Consensus yang diadopsi oleh Pemimpin ASEAN, termasuk Jenderal Senior Min Aung Hlaing, Ketua Dewan Administrasi Negara Myanmar.

“Jika ada eksekusi lagi, saya akan mempertimbangkan kembali rencana kunjungan itu dan kami dengan kesembilan Menteri Luar Negeri ASEAN lainnya menyepakati posisi ini,” katanya.

Kunjungan pertama Sokhonn ke Myanmar dilakukan pada 21-23 Maret 2022. Lalu yang kedua pada 29 Juni hingga 3 Juli 2022.

Mengenai masalah Myanmar, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengatakan dalam kapasitasnya sebagai Ketua ASEAN 2022 bahwa ASEAN dapat memikirkan kembali krisis Myanmar jika Myanmar terus mengeksekusi lebih banyak tahanan.

“Kamboja serta semua negara anggota ASEAN, sangat kecewa dan terganggu dengan eksekusi para aktivis oposisi. Saya dan yang lainnya menyerukan agar hukuman mati dipertimbangkan kembali demi dialog politik, perdamaian dan rekonsiliasi,” ujarnya.

Hun Sen menggarisbawahi hal itu dalam sambutannya saat memimpin upacara pembukaan Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-55 dan Pertemuan Terkait yang diadakan di Hotel Sokha Phnom Penh pada 3 Agustus.

“Jika lebih banyak tahanan yang akan dieksekusi, kami akan dipaksa untuk memikirkan kembali peran kami menjalankan Konsensus Lima Poin ASEAN,” lanjutnya. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)