Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Utusan Trump Sebut Keputusan Israel Perpanjang Perang Hambat Pemulangan Sandera

sri astuti Editor : Widi Kusnadi - 21 detik yang lalu

21 detik yang lalu

0 Views

Warga Israel, sambil memegang bendera dan spanduk Israel, menggelar demonstrasi menuntut kesepakatan pertukaran sandera dan pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menandatangani gencatan senjata di Gaza, pada tanggal 31 Agustus 2024, di Tel Aviv, Israel. [Foto: Anadolu]

Al-Quds, MINA- Utusan khusus Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengatakan pada hari Ahad (11/5) keputusan Israel memperpanjang perang di Jalur Gaza menghambat upaya untuk memulangkan para sandera.

Steve Witkoff menyampaikan pernyataan tersebut saat pertemuan dengan keluarga sandera Israel yang ditahan oleh faksi perlawanan Palestina di Gaza, menurut Channel 12 Israel. Demikian dikutip dari Anadolu.

“Kami ingin membawa pulang para sandera, tetapi Israel tidak siap untuk mengakhiri perang,” kata Witkoff, menurut sumber yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Ia mengkritik tajam penanganan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap perang di Gaza, dengan mengatakan bahwa pemerintah Israel “memperpanjang perang, meskipun kami tidak melihat kemajuan lebih lanjut yang dapat dicapai.”

Baca Juga: Israel Ancam Ambil Tindakan Sepihak Jika Eropa Uni Akui Negara Palestina

“Namun, saat ini masih ada peluang yang kami harap dapat dimanfaatkan oleh Israel dan semua mediator. Kami menekan semua mediator dan melakukan segala cara untuk memulangkan para sandera,” imbuhnya.

Pernyataannya disampaikan saat kelompok Palestina Hamas mengatakan bahwa mereka akan membebaskan tentara Israel-Amerika Alexander Idan, setelah berunding dengan pemerintah AS di tengah upaya untuk mencapai gencatan senjata di Gaza.

Komentar Witkoff ini disampaikan menjelang jadwal lawatan Trump ke Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab mulai hari Selasa hingga Jumat. Rencana perjalanan tersebut tidak termasuk kunjungan ke Israel.

Media AS dan Israel baru-baru ini melaporkan meningkatnya ketegangan antara Trump dan Netanyahu, dengan pemerintahan Trump mengisyaratkan bahwa mereka mungkin akan mengambil langkah independen terkait kebijakan Timur Tengah tanpa menunggu Israel.

Baca Juga: Dubes AS: 700 Ribu Warga Amerika Tinggal di Wilayah Palestina

Israel memperkirakan masih ada 59 tawanan di Gaza, termasuk 21 orang yang diyakini masih hidup. Sementara itu, lebih dari 9.900 warga Palestina dipenjara di Israel, tempat kelompok-kelompok hak asasi manusia melaporkan penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis yang meluas, yang mengakibatkan beberapa kematian.

Israel telah memblokir bantuan kemanusiaan di perlintasan Gaza sejak 2 Maret, menyebabkan 2,4 juta penduduk wilayah itu menghadapi kondisi kelaparan. []

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Jihad Islam: Tidak Ada Pembebasan Tawanan Israel Kecuali Genosida Berakhir

Rekomendasi untuk Anda