VIDEO: ISIS KLAIM EKSEKUSI SANDERA HARUNA YUKAWA

Sandera Haruna Yukawa, konsultan dan kontraktor keamanan militer, diklaim telah dibunuh oleh ISIS. (Foto: Reuters)
Sandera Haruna Yukawa, konsultan dan kontraktor keamanan militer, diklaim telah dibunuh oleh ISIS. (Foto: Reuters)

Tokyo, 4 Rabi’ul Akhir 1436/25 Januari 2015 (MINA) – Anggota kelompok bersenjata Negara Islam atau ISIS di Suriah memposting sebuah video online, Sabtu (24/1), yang mengklaim telah mengeksekusi sandera warga Jepang bernama Haruna Yukawa.

Video menayangkan gambar diam sandera Jepang kedua, Kenji Goto, memegang foto yang diduga sebagai mayat Haruna, Huffington Post melaporkan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Ahad.

 

Dalam audio, seorang pria yang mengaku Kenji memohon hidupnya diselamatkan dan dia mengatakan, kelompok militan kini menuntut pertukaran tawanan dengan tersangka pejuang perempuan ISIS yang dipenjara di Yordania, Sajida Al-Rishawi.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan pada Ahad (25/1) “kredibilitas” video pengumuman eksekusi sandera Jepang oleh ISIS adalah “tinggi”, Al Jazeera melaporkan.

Para pejabat intelijen Amerika Serikat juga bekerja untuk mengkonfirmasi apakah video itu asli, demikian Patrick Ventrell, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, mengatakan kepada Associated Press.

Kantor berita Kyodo Jepang mengatakan, video juga telah diemail ke istri salah satu sandera.

ISIS pertama kali mengancam kehidupan dua sandera warga Jepang dalam sebuah video yang dirilis pada Selasa (20/1). Klip video menuntut tebusan dari Pemerintah Jepang sebanyak AS$200 juta dalam waktu 72 jam terhitung sejak penayangan video.

Haruna adalah pendiri perusahaan keamanan swasta yang diculik pada Agustus 2014. Dia berada di Suriah untuk berlatih bersama kelompok pejuang oposisi Suriah, dan ia dokumentasikan di postingan blog dan halaman Facebook-nya.

Haruna yang berangkat ke Suriah untuk kedua kalinya, juga berniat membantu pengadaan ambulans bagi para pejuang oposisi. (T/P001/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Wartawan: Rudi Hendrik

Editor: Ismet Rauf

Comments: 0