VIDEO SERUAN JIHAD SAMBUT KUNJUNGAN PAUS DI BALKAN

Paus Francis disambut video seruan jihad di Balkan Jumat malam, 5 Juni 2015. (AFP PHOTO / FILIPPO MONTEFORTE)
Paus Francis disambut video seruan jihad di Balkan Jumat malam, 5 Juni 2015. (AFP PHOTO / FILIPPO MONTEFORTE)

Sarajevo, 19 Sya’ban 1436/6 Juni 2015 (MINA) – Kelompok Islam yang mengaku anggota Islamic State atau ISIS menyerukan jihad di Balkan melalui sebuah video yang beredar secara luas pada Jumat (5/6) malam, bertepatan dengan kunjungan Paus Francis ke Sarajevo.

Video berdurasi 21 menit itu dibuat dengan menampilkan logo dari rumah produksinya yang terkait dengan propaganda ISIS, mirip dengan video lain yang dirilis oleh kelompok itu.

Namun video tidak menyinggung kunjungan Paus dan video tersebut tidak bisa diketahui kapan dan di mana dibuatnya, Nahar Net yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Video ini menampilkan selusin anggota pejuang Albania, Bosnia dan Kosovo. Beberapa dari mereka berbicara di Bosnia dan Albania, mereka tampil memakai penutup kepala dan sarung tangan.

Video itu bukan video pertama di mana kelompok bersenjata berbasis Islam dari Balkan telah menyerukan jihad, diperkuat waktu yang bersamaan dengan kunjungan Paus.

Paus diperkirakan akan disambut oleh 100.000 orang di ibukota Sarajevo. Dia akan berpidato di hadapan 65.000 massa di Stadion Olimpiade.

Para ahli mengatakan, kunjungan Paus merupakan tantangan besar bagi pasukan keamanan di negara itu yang telah menjadi wilayah subur bagi pejuang bersenjata Muslim.

Muslim Bosnia terdiri 40 persen dari 3,8 juta penduduk negara, tapi sebagian besar berpaham moderat.

Tapi pengaruh keislaman yang kuat dari pejuang asing yang berjuang di Bosnia selama perang 1992-1995 telah diadopsi oleh sebagian penduduk setempat 20 tahun kemudian.

Perkiraan intelijen menyebutkan, sekitar 200 warga Bosnia diyakini telah bergabung dengan ISIS di Irak dan Suriah, di mana sekitar 50 orang diyakini sudah pulang ke Bosnia.

Untuk mencegah mereka bepergian ke luar negeri, pihak berwenang telah merubah hukum sehingga pejuang dan para perekrutnya menghadapi ancaman hingga 20 tahun penjara. (T/P001)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Wartawan: Rudi Hendrik

Editor: Rana Setiawan

Comments: 0