Wakil Ketua DPR: Indonesia Tetap Bersama Rakyat Palestina

Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin. (Foto : DPR RI)

Jakarta, MINA – Menyoroti normalisasi hubungan Uni Arab Emirates (UAE) dan Bahrain dengan Israel, Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin menegaskan bahwa Indonesia tidak mengubah dukungan terhadap tercapainya keadilan di tanah Palestina.

Sebaliknya, ia berharap agar UAE dan Bahrain dapat memanfaatkan momentum normalisasi hubungan dengan Israel untuk mendorong permasalahan Palestina segera selesai.

“Kita selalu bersama rakyat Palestina. Normalisasi hubungan antara UAE dan Bahrain dengan Israel sama sekali tidak mengubah atau mempengaruhi posisi Indonesia. DPR RI akan selalu mendukung penyelesaian masalah Palestina secara adil di Dunia Internasional,” kata Azis dalam keterangan tertulis, Senin (21/9).

Azis bahkan sepakat dengan Kementerian Luar Negeri bahwa penyelesaian isu Palestina perlu menghormati resolusi Dewan Keamanan PBB terkait teknis paramater yang sudah menjadi kesepakatan bersama secara internasional.

“Kita mendorong Kemlu agar terus berperan aktif sesuai dengan kesepakatan PBB dalam isu Palestina. Sehingga apapun inisiatif perdamaian yang muncul di Timur Tengah, tidak menggagalkan Resolusi yang sudah ada,” tegasnya.

Aziz menambahkan, inisiatif perdamaian itu baik, asal tidak menggugurkan inisiatif perdamaian yang lainnya. Seyogyanya seluruh inisiatif perdamaian tidak menggagalkan Arab Peace Initiative yang diinisiasi Liga Arab pada 2002 dan resolusi organisasi kerja sama negara Islam lainnya.

Menurutnya, kesepakatan UAE dan Bahrain dengan Israel hanya akan efektif jika kesepakatan tersebut dapat dijalankan dengan baik dan dihormati sebagaimana mestinya.

“Kita belajar dari contoh kasus Palestina, kesepakatan internasional yang sudah ada saja kerap tidak dihormati oleh para pihak tertentu. Jadi, jangan sampai kita terlena dengan konsep baru yang belum teruji oleh ruang dan waktu. Justru, dunia perlu menyelesaikan terlebih dahulu isu Palestina, hak rakyat Palestina sebagaimana seharusnya sebuah negara yang merdeka,” pungkasnya. (R/R7/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)