Wali Sakuri Berharap Kontribusi Nyata dari Intelektual Untuk Al-Aqsa

Jakarta, MINA – Wali Jabodetabek Jama’ah Muslimin (Hizbullah), H. Sakuri, SH mengharapkan adanya peran nyata sebagai tanggung jawab terhadap pembebasan Masjid Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina.

Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam “Seminar Peran dan Tanggung Jawab Intelektual dalam Mendukung Pembebasan Masjid Al Aqsa dan Kemerdekaan Palestina” di Kampus Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta, Sabtu (24/8).

Ia menyampaikan, sejak awal penjajahan Israel di tahun 1948 Masjid Al-Aqsa telah menjadi target operasi utama yang didukung oleh Zionisme.

Agresi tanpa henti yang didukung terhadap Masjid Al-Aqsa tidak hanya dilakukan secara sistematis oleh Pemerintah Israel dan disponsori oleh para penyandang dana dari negara-negara besar dan konglomerasi internasional.

“Sebagaimana kita ketahui bersama. Kezaliman semakin meningkat ketika AS mengakui Yerusalem, tidak hanya militer israel tetapi juga warga israel semakin meningkatkan penyerangan kepada warga Palestina,” ujar Sakuri

Bahkan, Ia menceritakan Masjid Ibrahim dibelah menjadi dua, setengah untuk ibadah umat Islam dan setengahnya lagi untuk orang Yahudi.

Menurutnya ini adalah peringatan bagi umat Islam agar ini tidak terus terjadi. Hal tersebut ia ceritakan saat dirinya berkesempatan berkunjung ke Masjid Ibrahim di Al-Quds 2006 lalu.

Oleh karena itu, ia berharap dengan adanya seminar ini pembebasan Masjid Al-Aqsa akan segera terwujud.

“Ya Allah Intelektual kita telah menunjukan rasa kepedulian nya terhadap Palestina melalui seminar ini, maka semoga pembebasan masjid Al Aqsa segera terwujud. Allahu akbar,” ujarnya.

Seminar ini diselenggarakan oleh Aqsa Working Group (AWG) yang fokus mendukung penuh pada perjuangan Palestina dan pembebasan Masjid Al Aqsa, bekerjasama dengan Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG), serta Himpunan Mahasiswa Kajian Timur Tengah dan Islam Universitas Indonesia.

(L/LM/Ais/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)