Wantim MUI Dorong Partai Islam Perjuangkan Kepentingan Umat

Jakarta, MINA – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI) Prof. Din Syamsuddin mengatakan, persoalan politik sangat penting bagi cerminan kehidupan bernasional dan kehidupan umat Islam di Indonesia.

Untuk itu, Wantim MUI meminta partai-partai Islam yang berbasis masa Islam konsisten memperjuangkan kepentingan umat Islam dalam berbagai bidang. Supaya umat semakin menaruh kepercayaan terhadap partai-partai Islam.

Hal itu dikatakan dalam Rapat Pleno ke-45 Dewan Pertimbangan MUI dengan tema “Artikulasi Kepentingan  Umat Islam Lima Tahun Mendatang,” di kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (27/11).

Din mengungkapkan, rapat pleno yang dihadiri ketua umum organisasi masyarakat Islam di bawah naungan MUI itu direncanakan sudah lama sekali.

Selain Prof. Din Syamsuddin, hadir dalam rapat pleno tersebut sebagai narasumber dari perwakilan Partai Politik (Parpol) Islam yakni Toto Darmanto (PAN), Marwan Dasopang (PKB) yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Achmad Baidowi Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP).

“Rapat ini mengapa kawan-kawan dari partai politik dibatasi empat partai politik (berbasis massa Islam) karena membahas istilah Islam. Memang koalisi Islam bisa diselenggarakan partai-partai lain banyak aktivis-aktivis koalisi Muslim di sana,” jelasnya.

Menurutnya, latarbelakang pihaknya mengundang empat partai Islam pada rapat pleno itu lebih memperhatikan kepentingan Islam karena memakai nama Islam atau sifat Islam. Din menyatakan pertemuan sebagai pertemuan awal bahkan nanti lebih spesifik membahas tentang kepentingan Islam.

Dalam forum ini dia menyatakan tidak membahas tentang pernik-pernik, kasus-kasus berkaitan UUD. Pertemuan ini juga harus ada kesepakatan makro strategis yang belum pernah dibicarakan dengan partai-partai Islam.

“Idealnya perjuangan yang bersifat partai politik, sekaligus tantangan dan ancaman bahkan masalah yang dihadapi umat Islam yang berdimensi politik, itu harus dihendel, ditangani partai-partai politik (Islam). Sehingga ormas tidak perlu. Ormas-ormas (Islam) biar fokus pada landasan budaya umat dan bangsa,” tambahnya. (L/Gun/R01)

 

Mi’raj News Agency (MINA)