Wapres Dorong Peran Aktif ICMI dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat

Jakarta, MINA – Wakil Presiden RI K.H. Ma’ruf Amin meminta Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dapat terus berpartisipasi dalam membangun bangsa dan negara dengan mendorong pemberdayaan ekonomi umat.

“Indonesia masih memiliki beberapa permasalahan yang dapat menghambat pembangunan ekonomi,” kata Ma’ruf saat menerima kunjungan ICMI di Istana Wapres, di Jakarta, Rabu (5/2), dikutip laman wapresri.go.id.

Ma’ruf menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 7 juta orang tenaga kerja Indonesia belum bekerja, dan sekitar 8 juta orang mempunyai pekerjaan yang belum tetap, sehingga total sekitar 15 juta orang yang harus mendapat perhatian serius.

Oleh karena itu, pemerintah sedang melakukan reformasi pendidikan yang out putnya sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

“Itulah program up skilling dan reskilling,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie melaporkan, hasil keputusan Silaksanas ICMI di Sulawesi Tenggara selaras dengan arus baru ekonomi Indonesia melalui gerakan penguatan ekonomi Umat yang digagas oleh Wapres, yakni kewirausahaan menjadi salah satu sektor yang lemah.

Untuk memperkuat hal tersebut, ICMI telah memiliki konsep yang disusun secara lengkap berupa Bank Wakaf dalam tingkat nasional.

“Izin dari Industri Keuangan Non Bank (IKNB) sudah dikonsultasikan dengan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan feasibility studinya juga sudah ada,” ucapnya.

Ia berharap Tim Wapres dapat mengkaji ulang, dan selanjutnya dapat dideklarasikan sebagai induk dari Baitul Maal Watanwil (BMT) dalam bentuk koperasi syariah yang terhimpun dalam Induk Koperasi Syariah (INKOPSYAH).

Bank Wakaf Induk tersebut dapat didorong sebagai armada baru bagi BMT yang sudah menjadi arus baru ekonomi yang bisa memberdayakan umat.

Menanggapi hal tersebut, Ma’ruf menyambut baik mengenai apa yang digagas ICMI untuk membentuk LKM dengan bentuk koperasi BMT.

“Bank Wakaf Mikro bisa berjalan seiring sejalan dengan LKMnya ICMI (BMT), untuk sasarannya daerah diluar atau sekitar pesantren. Karena semakin banyak tumbuh LKM akan semakin baik membantu akses modal bagi usaha mikro dan kecil, ICMI bisa ambil peran itu,” kata Ma’ruf.

Ma’ruf Amin mengharapkan ICMI dapat berperan di sektor itu, di mana bank syariah bisa menggunakan sistem Bank Laku Pandai. Sistem ini berupa layanan perbankan tanpa kantor untuk membantu akses modal mulai dari usaha mikro, usaha kecil sampai dengan usaha menengah.

“Ini bersambung sehingga bisa menjadi pusat pemberdayaan dan pembiayaan, masyarakat untuk UMKM terutama usaha mikro dan kecil di Indonesia,” pungkas Ma’ruf.

Hadir bersama Jimly Asshiddiqie, Wakil Ketua Umum ICMI Ilham Akbar Habibie, Priyo Budi Santoso, Herry Suhardiyanto, Sugiharto dan Sri Astuti Buchari, Sekretaris Jenderal ICMI Mohamad Jafar Hapsah, dan Bendahara Umum ICMI Didit A. Ratam. (R/R6/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)