Warga Betlehem Mogok Massal, Berkabung Atas Kematian Manasra

Betlehem, MINA – Warga Palestina di Betlehem pada Kamis (21/3) melakukan aksi mogok massal untuk mengenang kematian Ahmed Jamal Manasra (23 tahun) dari desa Wadi Fukin sebelah barat Betlehem.

Manasra gugur pada Rabu (20/3) malam, setelah ditembak oleh tentara pendudukan Israel ketika berusaha menyelamatkan keluarga Palestina, seperti dikutip dari Alray.

Jenazah Manasra akan dimakamkan hari ini pula di pemakaman desa dan akan diantar oleh rombongan besar dari rumah sakit Beit Jala ke rumahnya, kemudian ke tempat pemakaman.

Aksi mogok massal atas seruan dari Komite Koordinasi Distrik Betlehem yang juga menetapkan sebagai hari berkabung untuk mengenang Manasra.

Pemogokan dilakukan warga dengan melakukan aksi tutup semua toko, sekolah, universitas dan semua aktivitas pereokonomian, kecuali layanan kesehatan.

Pada Rabu malam, Manasra ditembak mati oleh tentara Israel di pos pemeriksaan militer Al-Nashash di selatan Betlehem ketika berusaha menyelamatkan keluarga Palestina dari serangan tentara Israel.

Menurut sumber-sumber lokal, Alaa Ghayada bersama istri dan dua putrinya, sedang mengemudikan kendaraan, kembali dari kunjungan keluarga dari Nahhalin ke kota Irtas di Betlehem, melewati pos pemeriksaan Al-Nashash.

Sementara di lampu lalu lintas, mobil mereka ditabrak dari belakang oleh mobil lain. Segera setelah Ghayada turun untuk memeriksa apa yang terjadi, seorang tentara Israel menembaki dia dari menara pengawas militernya. Dia menderita luka-luka kritis akibat peluru yang meledak.

Pada saat itu, Ahmad Manasra sedang mengemudi di jalan dan bergegas untuk membantu yang terluka. Dia membawa Ghayada dan istri dan dua putri ke rumah sakit terdekat.

Tetapi tentara Israel menembak Manasra denga delapan peluru, enam di antaranya di tubuh bagian atas hingga meninggal dunia.

Hari ini, Alaa Ghayada masih dalam kondisi kritis, sementara istrinya juga terluka dalam penembakan itu.

Manasra adalah pemuda Palestina keempat yang dibunuh oleh pendudukan Israel dalam tiga hari terakhir. (T/B05/RI-1)

 

Mi’raj News agency (MINA)