Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga Daraa Suriah Unjuk Rasa Mengutuk Serangan Israel

Rudi Hendrik Editor : Widi Kusnadi - 27 detik yang lalu

27 detik yang lalu

0 Views

Warga Suriah di Provinsi Daraa melakukan unjuk rasa yang mengutuk serangan Israel terhadap warga sipil, Jumat, 4 April 2025. (Foto: SANA)

Daraa, MINA – Beberapa unjuk rasa digelar di Provinsi Daraa pada Jumat (4/4), yang mengutuk serangan Israel dan mengenang para syuhada yang tewas dalam penembakan brutal di hutan Bendungan al-Jabiliyah, yang terletak di antara Kota Nawa dan Tasil, sebelah barat provinsi tersebut.

Dilansir dari SANA, Sabtu (5/4), warga Kota Ma’araba menggelar unjuk rasa di Masjid Agung setelah melaksanakan shalat jenazah bagi para syuhada. Mereka menegaskan penolakannya terhadap pendudukan Israel dan penargetan warga sipil yang tidak bersalah.

Di Kota Jassem, warga melaksanakan shalat jenazah bagi para syuhada di Masjid Al-Ansar. Mereka menyatakan kecamannya terhadap kejahatan Israel yang berulang terhadap warga Suriah dan menyerukan tindakan Arab dan internasional untuk menghentikan kejahatan tersebut.

Kota Al-Hirak juga menggelar unjuk rasa setelah shalat Jumat, di mana para pengunjuk rasa mengibarkan bendera nasional dan meneriakkan slogan-slogan yang mengecam eskalasi Israel yang sedang berlangsung di wilayah Suriah.

Baca Juga: Pelapor Khusus PBB, Albanese: Apa yang Terjadi di Gaza Bukan Perang, Tapi Genosida

Warga setempat di Kota Qarfa menuntut agar pendudukan Israel bertanggung jawab atas kejahatannya dan agar keadilan segera ditegakkan terhadap mereka yang terlibat dalam pembunuhan dan penculikan sebelumnya.

Di Kota Mata’iyeh dan Jleen, para peserta protes menegaskan dukungan mereka terhadap masyarakat Nawa dan solidaritas mereka kepada keluarga para syuhada. Mereka mengutuk serangan Israel yang sedang berlangsung, dan menegaskan kepatuhan rakyat Suriah terhadap hak mereka untuk mempertahankan tanah dan kedaulatannya. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Myanmar Identifikasi 180.000 Warga Rohingya di Bangladesh Layak Dipulangkan

Rekomendasi untuk Anda