Warga Gaza Menerima Pembayaran Bantuan Tunai Qatar Keempat

Gaza, MINA – Puluhan ribu warga Palestina di Gaza mulai menerima pembayaran US$100 dari Qatar sejak Senin (11/3), tahap terakhir dana di bawah kesepakatan informal antara Hamas dan Israel.

Berkembangnya kekerasan di sepanjang perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza bulan ini telah mengancam eskalasi lain antara kedua belah pihak, tetapi uang tunai Qatar dapat membantu meredakan ketegangan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya memperingatkan Hamas, bahwa dia tidak akan ragu untuk melancarkan “operasi besar-besaran” di Gaza. Demikian Daily Sabah melaporkan yang dikutip MINA, Rabu (13/3).

Namun banyak analis percaya Netanyahu ingin menghindari konflik dengan hasil yang tidak terduga saat berkampanye untuk pemilihan kembali dalam jajak pendapat 9 April mendatang di Israel.

Komite Rekonstruksi Gaza Qatar, dalam sebuah pernyataan mengatakan, bahwa “pencairan dimulai Senin dari pembayaran keempat bantuan tunai kepada keluarga miskin di Jalur Gaza.”

Total 55 ribu keluarga  di Jalur Gaza akan menerima pembayaran masing-masing sebesar US$100.

Ribuan warga Palestina terlihat mengantre lebih awal di kantor pos di Gaza.

“Saya di sini untuk menerima US$100, tetapi bantuan tunai US$100 ini tidak akan menyelesaikan krisis,” kata Bassam Khalil Jaber, 40. “Kami membutuhkan solusi permanen, dan hibah ini adalah solusi sementara.”

Pada November, negara Teluk, yang merupakan sekutu lama Hamas, berkomitmen untuk membantu sekitar US$15 juta per bulan dalam bantuan selama enam bulan.

Sebagai gantinya, Hamas menjaga ketenangan di sepanjang perbatasan Israel, yang telah diguncang oleh protes yang didukung Hamas sejak Maret 2018.

Sebagian dari dana itu awalnya digunakan untuk membayar gaji karyawan Hamas, tetapi ini dihentikan setelah kritik politik di Israel.

Sebagai gantinya, sebagian besar dari uang itu akan dialihkan untuk program kerja dengan PBB.

Gaza, wilayah pesisir berpenduduk padat dan miskin, yang berpenduduk sekitar 2 juta jiwa, telah berada di bawah blokade Israel yang melumpuhkan selama lebih dari satu dekade. Hamas dan Israel telah berperang tiga kali sejak 2008. (T/R11/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)