Warga Lebanon Peringati Pembantaian Sabra Shatila

Beirut, MINA – Warga Lebanon di Kotamadya Ghobeiry pada Jumat (17/9) memperingati Pembantaian Sabra Shatila yang terjadi pada 16 September 1982.

Duta Besar Palestina untuk Lebanon, Ashraf Dabour, dalam sambutannya menekankan “kesetiaan kepada jiwa para syuhada yang terbunuh oleh para pembunuh dan penjahat”. Wakalah al-Quds melaporkan.

Dubes Dabour menyebut pembantaian yang terjadi di tangan monster manusia, dan keheningan internasional, yang merupakan aib komunitas internasional.

“Pembantaian itu seharusnya mengakhiri Palestina, tetapi keinginan untuk hidup warga lebih besar daripada upaya untuk melenyapkan perjuangan Palestina,” lanjutnya.

Peringatan berlangsung kerjasama Kedutaan Besar Palestina di Lebanon, dengan Rumah Atfal al-Samoud, dan dihadiri perwakilan faksi-faksi Palestina, partai Lebanon, asosiasi dan institusi sipil Palestina, band musik Yayasan Beit Atfal Al-Samoud, keluarga para syuhada, dan warga dari kamp-kamp Beirut.

Walikota Ghobeiry, Maan Khalil dalam sambutannya mengatakan, “tahun-tahun berlalu tidak dapat menghapus ingatan kepada para syuhada Sabra dan Shatila.”

Ia menekankan “untuk berdiri di sisi rakyat Palestina sampai pembebasan semua tanah milik mereka dari penjajah.” (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)