Warga Palestina Menangkan Revolusi Ramadhan “Al-Quds Melawan”

Al-Quds, MINA – Warga Al-Quds menyalakan revolusi Ramadhan,  melancarkan  gerakan Intifada menghadapi Pendudukan Israel menolak penutupan wilayah Gerbang Amud menuju Masjid Al-Aqsa Palestina, sehingga beberapa hari kemudian Israel mengalah.

Sejak Ramadhan masuk, warga Palestina melanjutkan aksi protes menghadang keputusan Israel menutup akses masuk dan akhirnya berhasil menyingkirkan perlintasan dan barikade besi.

Pusat Informasi Palestina melaporkan, Kamis (29/4), cerita utuh kemenangan warga Al-Quds dalam revolusi ini yang berlanjut hingga kini dan akan terus digelar untuk menghadang penggerebekan Israel yang direncanakan di pada 28 Ramadhan 1442H bertepatan dengan Senin (10/5) nanti.

Warga Al-Quds Palestina di manapun mendukung aksi pembelaan terhadap Masjid Al-Aqsa.

Di awal Ramadhan, Israel menutup Gerbang Amud dan melarang warga berkerumun di sana. Warga Al-Quds menolak dan memprotesnya. Akibatnya, meletus bentrokan antara pasukan Israel dan pemuda Palestina. Ratusan orang ditangkap dan puluhan terluka.

Pada 10 Ramadhan 1442H, bentrokan mencapai puncaknya. Ketika itu para pemuda Palestina menghadang masuknya kelompok Yahudi ekstrim Liahava.

Dalam rangka membela warga Al-Quds, kelompok perlawanan Palestina di Gaza menyerang Israel dengan roketnya.

Hadang Penyerbuan Al-Aqsa

Al-Quds International Foundation menegaskan, kemenangan aksi massa Gerbang Al-Amud tidak akan lengkap kecuali dengan menghadang penyerbuan Al-Aqsha pada 28 Ramadhan 1442H, yang sedang dipersiapkan oleh organisasi-organisasi ekstremis Yahudi yang menyerukan pembangunan kuil Yahudi di atas reruntuhan Masjid Al-Aqsa.

Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan Pusat Informasi Palestina, Al-Quds International menyerukan kepada warga Al-Quds dan semua rakyat Palestina yang dapat mencapai Masjid Al-Aqsa baik dari wilayah yang diduduki Otoritas Pendudukan Israel sejak tahun 1948 atau dari Tepi Barat, agar bersiaga di Masjid Al-Aqsa sejak malam Ahad 27 Ramadhan 1442H hingga malam Senin 28 Ramadhan.

Al-Quds International menyatakan,rakyat Palestina di al-Quds telah memaksa pasukan pendudukan Israel untuk mundur dari langkah-langkah ingin mereka bangun untuk memaksakan keadaan yang tidak bisa diealakkan di area Gerbang Al-Amud, salah satu gerbang terpenting Kota Tua di Al-Quds.

Sebelumnya otoritas pendudukan Israel ingin mencegah setiap orang Palestina berkumpul di area tersebut, memasang penghalang besi yang akan mengubah bentuk area dan arah penggunaannya dengan cara yang akan membuat penjajah Israel menguasai dan mengontrol sepenuhnya, dan merebut lebih banyak area geografis di Al-Quds dalam konteks membatalkan setiap gerakan rakyat yang mungkin berasal dari tempat berkumpulnya warga Al-Quds.

Warga Al-Quds yang heroik telah berhasil memaksa pasukan pendudukan Israel mundur dan membongkar penghalang besi tersebut. Otoritas Pendudukan Israel menerima tamparan yang membuktikan bahwa warga Al-Quds yang pemberani tahan terhadap penghancuran dan penaklukan, mereka masih memiliki kemampuan untuk memulai dan mengejutkan pendudukan Israel dan memaksanya mundur.

Setelah kemenangan ini, ada bahaya yang mengancam Masjid Al-Aqsa berupa penyerbuan besar yang akan dilakukan para pemukim ekstremis Yahudi pada malam Senin 28 Ramadhan yang akan datang.

Karena itu, Al-Quds International menegaskan, kemenangan ini tidak lengkap kecuali dengan menghadang penyerbuan sengit yang akan dilakukan oleh para pemukim ekstremis Yahudi ke Masjid Al-Aqsa pada tanggal 28 Ramadhan, melalui serangan besar-besaran untuk memperingati “Hari Jadi Yerusalem” menurut kalender Ibrani.

Mereka sudah menggelar konferensi persiapan pada 5 April 2021 lalu, dan mereka menyatakan aspirasinya untuk melakukan ritual kolektif dengan sengaja melanggar kesucian bulan Ramadhan, dan dengan itu mereka menyatakan bahwa kesakralan Yahudi lebih tinggi daripada kesakralan Islam di Al-Aqsa.

Segenap khatib Masjid Al-Aqsa dan para ulama Palestina menyerukan untuk menggalang dukungan guna menyiapkan aksi menghadapi serangan para ekstrimis Yahudi terhadap Masjid Al-Aqsa.

Para ulama umat di dunia Arab dan Islam juga menyerukan untuk melakukan serangkaian aksi solidaritas mendukung perjuangan warga Palestina di Al-Quds, termasuk menekan pemerintahan mereka supaya menentang kejahatan Israel terhadap Al-Aqsa.(T/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)