Ramallah, MINA – Jumlah warga Palestina yang diusir oleh otoritas pendudukan Israel dalam tujuh bulan pertama pada 2019 telah melebihi jumlah total orang terusir selama tahun 2018. Demikian Middle East Monitor melaporkan dikutip MINA, Sabtu (24/8).
Menurut data baru yang diterbitkan pekan ini oleh Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (UN OCHA), pasukan Israel di wilayah Palestina yang diduduki menghancurkan 66 bangunan milik Palestina pada Juli, menggusur 47 dan berdampak kepada mata pencaharian atau akses ke layanan publik untuk hampir 8.000 orang lainnya.
Terhitung dalam tujuh bulan pertama di 2019 jumlah kumulatif orang yang diusir karena pembongkaran sudah mencapai 481, sedangkan yang terlantar pada 2018 berjumlah 472.
Pada Juli saja, sebanyak 52 bangunan dihancurkan di Area C Tepi Barat, semuanya dengan alasan karena kurangnya izin bangunan. Padahal, warga Palestina sendiri secara sistematis ditolak izinnya oleh otoritas perencanaan Israel yang diskriminatif.
Baca Juga: Oposisi Israel Kritik Pemerintahan Netanyahu, Sebut Perpanjang Perang di Gaza Tanpa Alasan
Sementara jumlah bangunan yang dihancurkan di Area C sejauh tahun ini ada 223, menurut UN OCHA, jumlah ini meningkat 64 persen dibandingkan periode yang sama pada 2018.
Penghancuran terbaru termasuk penargetan 12 bangunan di Sur Baher, sembilan di antaranya adalah bangunan tempat tinggal.
Mengkritik insiden itu, PBB menyatakan kebijakan Israel menghancurkan properti milik Palestina tidak sesuai dengan aturan di bawah hukum humaniter internasional.
Menurut UN OCHA, delapan dari struktur yang ditargetkan di Area C dari Tepi Barat yang diduduki adalah waduk air yang disediakan sebagai bantuan kemanusiaan dan melayani empat komunitas di Hebron dengan pendanaan dari Uni Eropa dan negara-negara anggotanya.
Baca Juga: Hamas Ungkap Borok Israel, Gemar Serang Rumah Sakit di Gaza
Secara keseluruhan, selama Juli pasukan pendudukan Israel menghancurkan atau menyita 24 bangunan yang didanai donator dari luar, sementara enam lainnya menerima pembongkaran atau dipaksa menghentkan proses pengerjaan. Ini adalah jumlah terbesar dari bangunan hasil pendanaan donatur yang ditargetkan dalam satu bulan sejak Januari 2017, UN OCHA melaporkan. (T/Sry/Ayu/B01/R01).
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Semua Rumah Sakit di Gaza Terpaksa Hentikan Layanan dalam 48 Jam